Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Perkuat Modal Kerja, NICE Raih Kredit Rp100 Miliar dari SMBC Indonesia

IPO PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE).
IPO PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE).

Jakarta, FORTUNE - Emiten pertambangan nikel, PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE), menerima fasilitas kredit senilai Rp100 miliar dari PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN).

Dikutip dari keterbukaan informasi, Jumat (9/1), pinjaman tersebut memiliki jangka waktu 12 bulan, dengan suku bunga COF+ 1,25 persen per tahun. Transaksi tersebut dilakukan pada 7 Januari 2026.

"Fasilitas kredit akan digunakan oleh perseroan sebagai opsi pembiayaan untuk modal kerja," kata Direktur Adhi Kartiko Pratama, Yeon Ho Choi dan Soomin Lee.

Berdasarkan penelahaan yang perseroan lakukan, tidak terdapat dampak material terhadap kondisi keuangan perseroan atas diperolehnya fasilitas pinjaman tersebut.

NICE juga menerima pinjaman secara langsung dari bank, sehingga transaksi dikecualikan atas kewajiban penggunaan penilai dan mengantongi persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Itu mengacu pada ketentuan Pasal 11 POJK 17/2020.

"Direksi perseroan menyatakan, transaksi material ini bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang transaksi afiliasi dan transaksi benturan kepentingan," ujar Choi dan Lee.

Selain kredit, sumber utama modal kerja perseroan sendiri berasal dari laba ditahan tahun sebelumnya yang diinvestasikan kembali untuk peningkatan fasilitas serta kapasitas produksi.

Terkait kinerja, hingga 30 September 2025, NICE membukukan pendapatan bersih senilai Rp832,11 miliar, melonjak 100 persen (YoY).

Selain itu, perseroan membukukan aset sejumlah Rp668,43 miliar pada periode yang sama, meningkat 63 persen dari 31 Desember 2024. Kenaikan aset itu terjadi karena pertumbuhan aset tetap, berupa:

  • Pembangunan prasarana dan bangunan dalam bentuk mess, jalan hauling, jembatan hauling, dan fasilitas penunjang lainnya di area operasional perseroan, yang dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan fasilitas pendukung kegiatan usaha.
  • Pembalian alat-alat penunjang operasional berupa mesin penghancu batu, pompa, mesin drilling, peralatan dan perlengkapan teknis lainnya, demi mendukung kelancaran serta meningkatkan efisiensi operasional perseroan.

"Langkah-langkah ini menunjukkan fokus perseroan pada penguatan infrastruktur dan efisiensi operasional, yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan," kata manajemen dalam keterbukaan informasi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Business

See More

Semakin Luas, Jaringan agen46 Kini Rambah Kota Bima

09 Jan 2026, 20:23 WIBBusiness