Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Elnusa Raup Pendapatan Rp12,1 Triliun, Laba Bersih Naik 29%
PT Elnusa Tbk (ELSA) tancap gas di tahun 2026 dengan memperkuat transformasi sebagai low-cost operator di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas). (dok. Pertamina)
  • Pendapatan Elnusa mencapai Rp12,1 triliun, sementara laba bersih naik 29 persen menjadi Rp681,5 miliar.

  • Tiga lini bisnis utama menopang kinerja, dengan distribusi dan logistik energi menyumbang porsi terbesar.

  • Elnusa memperkuat diversifikasi melalui akuisisi data survei seismik dan proyek percontohan CEOR.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (28)

Direktur Keuangan Elnusa, Nelwin Aldriansyah, menyampaikan strategi perusahaan dalam siaran pers.

akhir September 2026

Elnusa mencatat arus kas positif dari aktivitas operasi sebesar Rp522,9 miliar serta kas dan setara kas Rp2,1 triliun. Total aset mencapai Rp11,7 triliun dan ekuitas Rp5,7 triliun.

Oktober 2026

Elnusa menuntaskan akuisisi data Survei Seismik 2D dan 3D Tedong di Sulawesi Tengah.

Kuartal III 2026

Kinerja Elnusa disebut menjadi fondasi perseroan untuk menjaga momentum positif hingga akhir tahun.

akhir 2026

Elnusa berfokus menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan sinergi di lingkungan Pertamina Group dan pengembangan pasar non-captive.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    PT Elnusa Tbk membukukan pendapatan Rp12,1 triliun, laba bersih Rp681,5 miliar, dan EBITDA Rp1,3 triliun.
  • Who?
    PT Elnusa Tbk (ELSA) dan Direktur Keuangan Elnusa, Nelwin Aldriansyah.
  • Where?
    Elnusa beroperasi di sepanjang rantai nilai industri energi, termasuk proyek di Sulawesi Tengah dan Lapangan Rama.
  • When?
    Kinerja tersebut disampaikan dalam siaran pers Rabu (28), dengan posisi keuangan hingga akhir September 2026.
  • Why?
    Peningkatan kinerja terjadi lantaran penguatan produktivitas operasi, efektivitas strategi, efisiensi biaya, dan optimalisasi aset.
  • How?
    Melalui tiga lini bisnis utama, diversifikasi usaha, pengelolaan biaya, optimalisasi aset, serta penguatan sinergi di lingkungan Pertamina Group.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Elnusa mendapat pendapatan dan laba yang lebih besar. Nelwin, Direktur Keuangan Elnusa, bilang perusahaan mengatur biaya, aset, dan pekerjaan dengan baik. Elnusa punya tiga bisnis utama. Perusahaan juga membeli data survei seismik dan ikut proyek percontohan. Sekarang Elnusa ingin menjaga pertumbuhan sampai akhir 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kinerja Elnusa menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan dapat berjalan bersama profitabilitas yang sehat. Pengelolaan biaya, optimalisasi aset, diversifikasi lini usaha, serta penguasaan teknologi menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga pertumbuhan dan menciptakan nilai jangka panjang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Elnusa Tbk (ELSA) membukukan pendapatan hingga Rp12,1 triliun atau meningkat 16 persen secara tahunan seiring penguatan produktivitas operasi.

Pertumbuhan kinerja pendaatan tersebut juga diikuti laba bersih yang naik 29 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (Year on Year/YoY) menjadi Rp681,5 miliar. Selain itu EBITDA tumbuh 28 persen secara tahunan menjadi Rp1,3 triliun. Dari sisi profitabilitas, Net Profit Margin (NPM) tercatat sebesar 5,6 persen, meningkat 12 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Direktur Keuangan Elnusa, Nelwin Aldriansyah, menjelaskan bahwa perusahaan melakukan efektivitas strategi dalam meningkatkan kualitas pendapatan, mengoptimalkan aktivitas bisnis, serta menjaga efisiensi biaya dan produktivitas operasi secara berkelanjutan.

"Juga didukung oleh pengelolaan biaya yang disiplin, optimalisasi pemanfaatan aset, serta peningkatan produktivitas di seluruh lini usaha. Kami memastikan pertumbuhan bisnis tidak hanya berorientasi pada peningkatan skala usaha, tetapi juga pada profitabilitas yang sehat dan penciptaan nilai jangka panjang," ujar Nelwin dalam siaran pers, Rabu (28).

Kinerja bisnis berjalan dengan tiga lini bisnis utama penopang, yaitu Jasa Hulu Migas Terintegrasi sebesar 30 persen, Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi sebesar 62 persen, serta Jasa Penunjang Migas sebesar 8 persen.

Menurut Nelwin, komposisi tersebut mencerminkan portofolio layanan Elnusa yang terintegrasi di sepanjang rantai nilai industri energi. Diversifikasi lini usaha menjadi salah satu strategi dalam menjaga ketahanan bisnis, mengoptimalkan peluang pertumbuhan, serta memperluas basis pelanggan.

Diversifikasi juga tercermin dari aksi korporasi perseroan yang baru rampung bulan ini yakni akuisisi data Survei Seismik 2D dan 3D Tedong di Sulawesi Tengah, dengan memanfaatkan teknologi STRYDE Nodes dan dukungan mobilisasi udara untuk mengatasi tantangan medan operasi yang kompleks. Selain itu terlibat dalam proyek percontohan Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) berbasis Polymer Flooding di Lapangan Rama yang dikelola PHE OSES.

Dari sisi fundamental keuangan, enitas dibawah naungan PT Pertamina ini mencatatkan arus kas positif dari aktivitas operasi sebesar Rp522,9 miliar serta posisi kas dan setara kas yang mencapai Rp2,1 triliun hingga akhir September 2026. Masih di periode yang sama, total aset Elnusa tercatat sebesar Rp11,7 triliun dengan ekuitas mencapai Rp5,7 triliun.

Hingga akhir tahun, perusahaan menyatakan akan terus berfokus menjaga momentum pertumbuhan yang berkualitas melalui penguatan sinergi di lingkungan Pertamina Group sekaligus akselerasi pengembangan pasar non-captive. Kinerja hingga Kuartal III 2026 disebut menjadi fondasi perseroan menjaga momentum positif hingga akhir tahun.

"Dengan dukungan portofolio layanan terintegrasi, penguasaan teknologi, dan kompetensi operasional yang terus ditingkatkan, Perseroan mengarahkan pengembangan bisnis pada layanan bernilai tambah dengan tingkat profitabilitas yang sehat," pungkasnya.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article