Riset Robert Walters: 60 Persen Pekerja di Indonesia Tidak Puas dengan Gajinya

Riset Robert Walters 2026 mengungkap 60 persen pekerja Indonesia merasa gaji dan tunjangan belum sesuai ekspektasi.
Pasar kerja makin aktif, tapi proses rekrutmen kian selektif.
Sebanyak 56 persen pekerja global kini memanfaatkan AI untuk melamar kerja.
Jakarta, FORTUNE — Periode pasca-Lebaran menjadi momen banyak tenaga kerja di Indonesia untuk mencari peluang tempat kerja baru setelah beroleh Tunjangan Hari Raya (THR).
Laporan terbaru Robert Walters bertajuk Indonesia Salary Survey 2026 menunjukkan ekspektasi pekerja terhadap gaji yang diraih belum terpenuhi oleh penawaran perusahaan.Â
Bahkan, sekitar 60 persen profesional menyatakan gaji dan tunjangan yang ditawarkan belum memenuhi ekspektasi mereka. Tak hanya itu, 44 persen pekerja juga menyebut stabilitas perusahaan dan industri sebagai pertimbangan dan penyebab utama dalam mengevaluasi peluang kerja baru.
Country Head Indonesia & Vietnam Robert Walters, Eric Mary, menyatakan di tengah aktivitas pasar kerja yang meningkat, mendapatkan peran yang tepat tidak serta-merta menjadi lebih mudah. Bagi banyak kandidat, menyelaraskan ekspektasi gaji dengan kondisi pasar masih menjadi tantangan utama.
“Pasar bukan kekurangan peluang, melainkan keselarasan. Kandidat semakin spesifik terhadap apa yang mereka inginkan, sementara perusahaan juga semakin selektif dalam proses rekrutmen. Hal ini membuat proses perekrutan menjadi lebih panjang dan ketidaksesuaian lebih sering terjadi,” kata Eric melalui keterangan resmi di Jakarta, Senin (13/4).
Kondisi ini menunjukkan peningkatan aktivitas pasar kerja tidak selalu diikuti dengan proses rekrutmen atau perpindahan kerja lebih mulus. Kandidat maupun perusahaan kini menghadapi proses pencarian kecocokan yang lebih selektif dan kompleks.
56 persen pekerja global gunakan AI untuk melamar kerja

Pada saat bersamaan, perubahan perilaku dalam pencarian kerja turut menambah kompleksitas. Kandidat kini makin memanfaatkan teknologi AI demi mengeksplorasi peluang dan melamar pekerjaan dalam skala besar, yang berkontribusi pada meningkatnya volume lamaran.
Di tingkat global, temuan yang termuat pada Robert Walters Talent Trends 2026 menunjukkan 56 persen pekerja kini memanfaatkan AI dalam proses melamar kerja. Meskipun hal ini meningkatkan akses terhadap peluang, perusahaan perlu memberikan perhatian lebih pada proses seleksi dan penilaian untuk mengidentifikasi kandidat yang paling sesuai.
Michelle Tanjung, Associate Director Robert Walters Indonesia, mengatakan dalam situasi ini, kandidat dan perusahaan perlu bersikap lebih strategis.
“Kandidat perlu lebih selektif dalam melamar dan mampu mengomunikasikan nilai mereka dengan jelas, sementara perusahaan perlu memastikan kejelasan ekspektasi peran serta menerapkan proses seleksi yang lebih terstruktur,” kata Michelle.


















