Jakarta, FORTUNE - PT RMK Energy Tbk (RMKE) membukukan pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini (9M 2026). Pertumbuhan ini terutama didorong oleh penambahan enam klien tambang baru sepanjang 2026 serta kebijakan RKAB yang secara bersamaan meningkatkan volume operasional di seluruh lini bisnis Perseroan.
Berdasarkan data perusahaan, volume pengangkutan batubara pada kuartal III 2026 mencapai 1,04 juta ton, tumbuh 127,6 persen secara tahunan (YoY), sehingga secara kumulatif pada sembilan bulan 2026 volume hauling mencapai 2,45 juta ton, melonjak 237,6 persen (YoY).
Pada segmen penjualan batubara, hingga kuartal ketiga 2026 RMKE mencatat pertumbuhan volume 109,5 persen (YoY) menjadi 2,24 juta ton, didukung oleh strategi opsi pembelian batubara dari klien tambang saat harga meningkat.
Di periode yang sama, rata-rata harga jual (ASP) batubara pada melonjak 73,2 persen (YoY) menjadi Rp902 ribu per ton.
Edwin Tedjasukmana, Direktur Keuangan PT RMK Energy Tbk menyampaikan bahwa pertumbuhan volume ini didukung oleh penambahan enam klien tambang baru sepanjang 2026, yang meningkatkan volume pengangkutan batubara dari tambang klien sekaligus memperluas basis opsi pembelian di mulut tambang milik perseroan.
Selain itu, adanya kebijakan RKAB yang semakin jelas, di mana produksi di sejumlah tambang klien meningkat setelah pengajuan RKAB kedua pada kuartal ketiga 2026 disetujui, disebut turut menopang pertumbuhan volume penjualan batubara RMKE.
Struktur dua segmen ini memberikan fleksibilitas bagi RMKE untuk tetap optimal dalam menangkap peluang profitabilitas di tengah kondisi pasar batubara yang volatile.
"Kami melihat tren yang jauh lebih baik pada kuartal III 2026 tahun ini, dengan pertumbuhan di seluruh segmen usaha. Kami juga melihat iklim usaha yang akan semakin kondusif di sektor pertambangan, seiring dengan kebijakan Pemerintah yang jauh lebih jelas pada sisa waktu tahun ini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11).