Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rugi Bersih TBS Susut 83% Akibat Fokus Bisnis Beralih Ke Non-batubara
ARAH Site milik TBS Energi Utama (dok. TBS Energi Utama)
  • Pendapatan TOBA semester I 2026 naik tipis menjadi US$173,01 juta, sementara rugi bersih menyusut menjadi US$19,65 juta karena tidak ada rugi divestasi anak usaha seperti tahun sebelumnya.
  • Bisnis non-batu bara menyumbang 66,5% pendapatan konsolidasi, dipimpin pengelolaan limbah; kontribusinya lebih dari dua kali bisnis batu bara yang mencapai 31,4%.
  • Electrum membukukan kenaikan pendapatan 184% menjadi US$9,1 juta, sementara kas TOBA mencapai US$94,7 juta dan utang bank jangka pendek turun 30,9% secara tahunan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT TBS Energi Utama (TOBA) mengantongi pendapatan US$173,01 juta pada paruh pertama 2026, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$172,21 juta.

Meskipun begitu, TOBA masih membukukan rugi bersih sebesar US$19,65 juta. Namun kerugian periode saat ini menyusut 83 persen dibandingkan rugi bersih tahun lalu yang menembus US$115,61 juta.

Penurunan signifikan itu disebabkan tidak adanya rugi atas divestasi entitas anak. Pada semester I 2025, TOBA mencatat rugi atas divestasi entitas anak sebesar US$96,87 juta. Disamping itu, kinerja tersebut ditopang oleh penurunan beban pokok pendapatan sebesar US$13,5 juta, sehingga margin kotor naik dari 8,1 persen menjadi 16,3 persen YoY.

Direktur dan Chief Financial Officer TBS, Juli Oktarina, menjelaskan bisnis non-batu bara, dipimpin pengelolaan limbah dan diikuti ekosistem kendaraan listrik, secara keseluruhan menyumbang 66,5 persen dari pendapatan konsolidasi sepanjang periode ini, lebih dari dua kali lipat kontribusi bisnis batu bara yang hanya 31,4 persen.

"Tahun lalu batu bara masih jadi penyumbang utama pendapatan kami. Hari ini bisnis non-batu bara kami dua kali lipat lebih besar, dan bisnis inilah yang menghasilkan kas. Inilah transisi yang kami janjikan, dan kuartal kedua menunjukkan kami berada di jalur yang benar untuk bertransformasi menjadi bisnis infrastruktur berkelanjutan," jelas Juli dalam keterangannya, Jumat (28).

Segmen bisnis pengelolaan limbah tercatat menjadi kontributor utama kinerja non-batu bara TBS. Segmen tersebut dijalankan melalui tiga wilayah operasional, yakni Cora Environment di Singapura, Asia Medical Enviro Services (Singapura), dan ARAH Environmental di Indonesia.

Cora Environment mengelola sekitar 752.000 ton limbah dengan tingkat ketersediaan pabrik sebesar 86 persen. Sementara itu, Asia Medical Enviro Services mengelola sekitar 2.100 ton limbah dengan tingkat ketersediaan pabrik 90 persen.

Adapun, ARAH Environmental mengelola sekitar 5.800 ton limbah dengan tingkat ketersediaan pabrik mencapai 84 persen.

Di segmen kendaraan listrik, pendapatan Electrum melonjak 184 persen secara tahunan menjadi US$9,1 juta. Laba kotor segmen berbalik positif menjadi US$0,4 juta, sementara EBITDA mencapai US$0,5 juta. Ekosistem Electrum kini mencakup hampir 14.000 motor listrik dan 550 Battery Swapping Station, dengan lebih dari 1,7 juta penukaran baterai per bulan.

TOBA juga menyasar energi terbarukan melalui PLTM 6 MW yang telah beroperasi penuh dan memberikan kontribusi US$110.300. Proyek PLTS Terapung 46 MWp juga ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2026.

Dari sisi neraca, TBS membukukan posisi kas US$94,7 juta per 30 Juni 2026. Utang bank jangka pendek turun 30,9 persen YoY dan total liabilitas jangka pendek turun 13,5 persen YoY.

Emiten ini juga melakukan refinancing obligasi rupiah 2026 melalui PUB II dan PUB III memindahkan US$27,5 juta dari jatuh tempo jangka pendek, sehingga memperpanjang profil jatuh tempo utang perusahaan. Adapun, tingkat leverage juga membaik, dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA sebesar 5,4x dibanding 5,6x pada keseluruhan tahun 2025.

"Kami punya likuiditas untuk mendanai rencana pertumbuhan dan tetap berada di jalur target netralitas karbon 2030. Bisnis-bisnis baru kami sudah menghasilkan kas, utang jangka pendek kami turun signifikan, dan neraca kami memberi ruang untuk terus berinvestasi. Fondasinya sudah ada, dan kami akan terus membangun di atasnya," pungkasnya.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article