Jakarta, FORTUNE – Emiten pengelola jaringan rumah sakit, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), memperkuat penetrasi pasarnya pada sektor spesialisasi medis dengan mentransformasikan Siloam Hospitals Mampang menjadi pusat rujukan ortopedi nasional terintegrasi. Langkah tersebut didukung oleh investasi teknologi mutakhir berupa kepemilikan lima robot Total Knee Replacement (TKR) berbasis analisis real-time.
Pengumuman ekspansi layanan medis ini disampaikan langsung oleh Presiden Direktur Siloam, David Utama, dalam acara Siloam Orthovolution 2026 di Jakarta, Sabtu (6/6). Ekspansi ini dibekali modal neraca keuangan perusahaan yang solid setelah perseroan membukukan lonjakan laba bersih sebesar 22,5 persen menjadi Rp1,16 triliun pada tahun buku 2025.
SILO memperkuat fasilitas ortopedi demi menangkap potensi pasar dalam negeri yang selama ini hilang ke mancanegara. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dari Kementerian Kesehatan, 1 dari 1.000 orang Indonesia pernah menjalani pengobatan di luar negeri, dengan Malaysia, Singapura, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, hingga Korea Selatan sebagai negara tujuan utama.
Melalui kelengkapan ekosistem medis baru ini, manajemen SILO optimistis dapat menebalkan loyalitas pasien dalam negeri sekaligus mencegah aliran pasien yang gemar terbang ke luar negeri demi mendapatkan perawatan medis.
David menjelaskan transformasi menuju Siloam Orthopaedic Hospital ini mengedepankan pendekatan medis komprehensif, mulai dari pemeriksaan awal hingga rehabilitasi pascatindakan.
“Kami berharap inisiatif ini dapat memperkuat peran Siloam Hospitals Mampang sebagai pusat layanan ortopedi yang modern, komprehensif, dan berorientasi pada hasil klinis terbaik bagi pasien,” ujar David di Jakarta, (6/6).
Ia menambahkan, perseroan berkomitmen menghadirkan ekosistem yang presisi dan personal bagi konsumen medis.
“Kami ingin menghadirkan standar layanan ortopedi yang semakin kuat melalui keunggulan klinis, inovasi teknologi, dan kolaborasi multidisiplin,” kata David.
Guna mendukung target transformasi tersebut, Siloam Hospitals Mampang mengintegrasikan berbagai fasilitas medis kelas atas, meliputi: layanan diagnostik dan radiologi; sports performance center serta kamar operasi modern; robotic-assisted surgery dan navigasi bedah; prosedur minimal invasif; regenerative medicine (seperti stem cell dan orthobiologics)
Dari sisi kinerja makro perusahaan, emiten ini menunjukkan fundamental keuangan yang kuat untuk menopang pertumbuhan jangka panjangnya. Pada 2025, SILO mengantongi pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp2,89 triliun, atau tumbuh 18,3 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Rapor hijau tersebut telah dipertahankan selama lima tahun terakhir dengan bantalan posisi kas serta balance sheet yang kuat.
