Jakarta, FORTUNE - PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) menargetkan India dan Eropa sebagai tujuan ekspor minyak nilam pada 2027.
Direktur Utama Sinergi Multi Lestarindo, Siu Min, mengatakan, pasar India dibidik karena tingginya permintaan terhadap minyak nilam sebagai bahan baku wewangian. Berdasarkan data impor yang SMLE miliki, India menargetkan rata-rata mengimpor sekitar 900 ton minyak nilam dalam setahun.
"Ekspektasi kami bisa menjual ke India itu setidaknya 50-100 ton di tahun pertama," kata Siu Min dalam Paparan Publik pada Jumat (11/9).
Perseroan sendiri telah melaksanakan roadshow ke India guna menemui sejumlah distributor. Hasilnya, perseroan telah bermitra dengan salah satu distributor terbesar di negara tersebut.
Selain India, SMLE juga menggandeng pemasok di Eropa untuk menjangkau negara tersebut. Juga ke negara lain seperti Cina.
Produk wewangian akan dikembangkan dan dipasrkan melalui merek GK Fragrance, sebagai bagian dari penguatan portofolio dan pengembangan pasar dengan fleksibilitas lebih besar. Itu dilakukan lewat kemitraan strategis dengan GK Group asal Cina.
Sebelumnya, SMLE berekspansi ke sektor minyak nilam lewat kerja sama dengan PT Kencana Alam Sakti (KAS) pada akhir 2025. Dalam perkembangannya, PT KAS telah memiliki pabrik di Gresik. Perusahaan tersebut berniat menambah 2 unit produksi pada 2027, dengan target produksi minyak nilam sekitar 100-400 ton setahun. Pembangunan pabrik tersebut sudah 90 persen rampung.
Perseroan menargetkan agar pabrik itu mulai aktif produksi pada akhir 2026. Kemudian, berlanjut dengan tahap penjualan produk nilam berstandar internasional mulai 2027.
"Harapan kami minyak nilam ini akan menjadi salah satu lini baru di SMLE untuk bisa mendapatkan profitabilitas yang lebih tinggi," kata Siu Min.
Saham SMLE ditutup turun 3,14 persen ke harga Rp185 pada akhir perdagangan Jumat.