Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Langkah AKR Menggaet Investor di KEK Gresik
Pabrik pemurnian (smelter) PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Java Integrated Industrial Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur. (dok. Freeport)
  • PT AKR Corporindo mengelola KEK JIIPE Gresik sejak 2021, menawarkan insentif fiskal dan non-fiskal untuk menarik investor lokal maupun asing bekerja sama dengan pemerintah.
  • Berbagai perusahaan besar seperti Freeport, Xinyi Glass, dan ANTAM telah berinvestasi di JIIPE, membentuk ekosistem industri tembaga, kaca, serta kimia yang saling terintegrasi.
  • JIIPE menargetkan investasi Rp238 triliun dan 200.000 lapangan kerja; hingga September 2025 sudah terealisasi Rp98 triliun dengan lebih dari 39.700 tenaga kerja terserap.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah terus berupaya agar investasi di Indonesia terus menarik bagi investor. Inisiatif ini terealisasi salah satunya dengan menciptakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Bukan hanya kawasan industri biasa, KEK diperlakukan berbeda. Insentif fiskal dan non-fiskal ditawarkan demi menciptakan daya tarik.

Meski sudah diberi ruang oleh pemerintah, para perusahaan juga perlu menawarkan keunggulan usahanya. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menjadi salah satu contoh nyata. Sejak 2021, perusahaan ini mendapat izin resmi mengelola KEK Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur, perusahaan patungan yang didirikan bersama Pelindo.

Director & Corporate Secretary AKR Corporindo, Suresh Vembu, menjelaskan pihaknya menyiapkan beragam insentif, baik fiskal maupun non-fiskal, melalui kerja sama erat dengan pemerintah, guna menarik minat investor, baik asing maupun domestik, agar menanamkan modalnya di kawasan ini. Untuk insentif fiskal, misalnya, AKR menawarkan keringanan pajak.

"Beberapa tenant kami itu sudah mendapat pembebasan corporate tax dari 10 sampai 20 tahun," ujarnya dalam paparan publik September 2025.

Untuk insentif non-fiskal, AKR menawarkan kemudahan investasi langsung konstruksi, kemudahan perizinan lingkungan, pembebasan bea masuk, insentif imigrasi terkait perizinan ketenagakerjaan tenaga kerja asing, relaksasi ekspor impor untuk barang yang telah ditentukan, hingga insentif agraria berupa hak guna bangunan (HGP) sampai dengan 80 tahun.

Berdiri di area seluas 3.000 hektare, KEK ini mencakup 1.761 hektare kawasan industri dan 400 hektare pelabuhan, JIIPE menyediakan konektivitas (kawasan terintegrasi pabrik dan pelabuhan laut dalam).

Daya tarik tersebut kemudian berbuah, sejumlah pemain besar dari berbagai negara termasuk Cina, Amerika Serikat, hingga Jepang hadir di JIIPE. Misalnya, pabrik smelter tembaga PT Freeport dengan desain jalur tunggal terbesar di dunia. Fasilitas ini tidak saja memperkuat industri tembaga nasional, tetapi juga menghasilkan emas hingga 52 ton per tahun dari hasil pengolahan 6.000 ton lumpur anoda.

Berikutnya, Xinyi Glass mendirikan fasilitas produksi kaca dan panel Surya. PT Fertilizer Inti Technology, yang bergerak pada bidang distribusi dan produksi pupuk NPK berbasis CRF atau pupuk pelepas control. Lalu, ada sejumlah penyewa baru seperti Hebang Biotech, Golden Elephant, PT ANTAM, dan Hailiang Nova yang turut membentuk ekosistem tembaga, kaca, dan kimia.

Kawasan JIIPE diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru. Target investasi yang dipasang mencapai Rp238 triliun dengan potensi penyerapan tenaga kerja hingga 200.000 orang. Hingga Spetember 2025, secara kumulatif investasi yang sudah terealisasi mencapai sekitar Rp98 triliun, dengan lebih dari 39.700 tenaga kerja telah terserap. Angka ini menegaskan kawasan JIIPE tidak hanya menjadi magnet investasi, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan industri nasional.

Editorial Team

EditorEkarina .