Jakarta, FORTUNE – Produk ramah lingkungan mulai mendapat ruang lebih besar di pasar. Salah satu indikasinya terlihat dari nilai transaksi Langkah Membumi Market (LMM) yang digelar Blibli Tiket Action. Berdasarkan catatan penyelenggaraan sebelumnya, nilai transaksi LMM pada tahun lalu tercatat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut menunjukkan minat terhadap produk yang membawa nilai keberlanjutan mulai tumbuh, termasuk di kalangan konsumen muda. LMM menjadi salah satu ruang yang mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen sekaligus memperkenalkan produk yang mengusung prinsip keberlanjutan.
Pada penyelenggaraan tahun lalu, lebih dari 40 tenant terkurasi ikut berpartisipasi. Beberapa di antaranya adalah Gaea Home, Organic Culture, Ulur Wiji, Jumbuh, dan Karplanter. Pada 2026, Blibli Tiket Action kembali menggelar LMM untuk kelima kalinya dengan mempertemukan responsible brands, konsumen, komunitas, media, kreator, dan mitra strategis.
Pengunjung tidak hanya dapat membeli produk, tetapi juga mengenal proses serta dampak yang dihasilkan setiap merek. LMM juga menyasar generasi Z dan young millennials melalui berbagai workshop dan talkshow tentang gaya hidup berkelanjutan.
CEO dan Co-Founder Ulur Wiji, Joko Santoso, mengatakan LMM menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan perhatian masyarakat terhadap persoalan lingkungan. "Kami berharap masyarakat, terutama anak-anak muda, akan semakin aware terhadap isu-isu lingkungan, global warming, dan sampah," kata Joko dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (28/8).
Pertumbuhan minat terhadap produk berkelanjutan juga tercermin dari semakin beragamnya pilihan produk di ekosistem perdagangan daring Blibli. Produk tersebut hadir dalam berbagai kategori, dengan pendekatan keberlanjutan yang berbeda. Dopper, misalnya, menawarkan tumbler berbahan material daur ulang. ChopValue mengolah sumpit bekas menjadi perabot dan produk interior rumah. Demibumi menghadirkan produk hasil kurasi yang bebas plastik.
Di kategori fesyen, 180 Degrees menawarkan pakaian berbahan material daur ulang. Sementara itu, Pala Nusantara mengembangkan aksesori jam tangan dengan memanfaatkan bahan alam dan material daur ulang dari sampah plastik. Ragam produk tersebut menunjukkan penerapan prinsip keberlanjutan telah meluas ke berbagai kebutuhan konsumen, mulai dari fesyen dan rumah tangga hingga aksesori.
