Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Transformasi Senyap Transjakarta

Transformasi Senyap Transjakarta
TransJakarta di UI (commons.wikimedia.org/NFarras f)
Intinya Sih
  • Bagian dari strategi mobilitas rendah emisi DKI Jakarta dan komitmen nasional Net Zero Emissions.

  • Sejak uji coba 2022, jumlah bus listrik meningkat hingga 425 unit per November 2025.

  • Elektrifikasi ini menekan emisi karbon lebih dari 41.000 ton CO₂e dalam tiga tahun.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - Di tengah kepungan polusi dan sesaknya lalu lintas Jakarta, sebuah perubahan besar merayapi jalur TransJakarta. Tanpa hiruk-pukuk berlebih, Transjakarta mulai menanggalkan mesin diesel dan beralih ke armada bertenaga setrum. Langkah ini bukan sekadar urusan ganti teknologi, melainkan pertaruhan arah baru transportasi publik di Jakarta.

Per November 2025, setidaknya 425 unit bus listrik telah meluncur melayani warga. Untuk kategori bus besar dan sedang, tingkat elektrifikasi telah menyentuh 21 persen dari total 2.055 armada. Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menegaskan transformasi ini adalah simbol keberanian Pemprov DKI Jakarta dalam mengejar target Net Zero Emissions.

“Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi soal keberanian mengambil arah baru,” ujar Welfizon kepada Fortune Indonesia, November lalu.

Penggunaan bus listrik terbukti mampu menekan beban subsidi. Pada 2023, biaya subsidi per pelanggan masih bertengger pada Rp11.474. Setahun berselang, angka itu menciut menjadi Rp9.759.

Penurunan biaya operasional ini terjadi di tengah animo masyarakat yang justru melonjak. Sepanjang 2024, jumlah penumpang Transjakarta terkerek hingga 30 persen. Walhasil, kian banyak warga yang terangkut, kian kecil pula jejak karbon yang ditinggalkan per perjalanan.

Manajemen Transjakarta tidak main-main dalam mematok target. Pada 2027, separuh armada ditargetkan sudah berbasis listrik. Puncaknya, pada 2030, seluruh bus Transjakarta diharapkan tak lagi membuang emisi gas buang.

Untuk mengejar hajat besar itu, tiga jurus diterapkan: peremajaan armada uzur, penambahan unit baru, serta retrofitting atau mengonversi mesin diesel lama menjadi penggerak listrik. Dari sisi keandalan, bus-bus senyap ini pun punya rapor biru.

Zero breakdown. Tidak ada masalah berarti dengan unit,” kata Welfizon.

Upaya yang dimulai dari riset kecil pada 2019 ini sekarang mulai membuahkan hasil nyata bagi kualitas udara. Dalam rentang 2022–2024, emisi karbon yang berhasil dipangkas mencapai 41.838 ton CO₂e. Angka ini diproyeksikan akan meledak menjadi 4,9 juta ton CO₂e pada 2030.

Seiring berjalannya waktu, transformasi ini perlahan mengubah wajah mobilitas Jakarta. Transformasi yang berawal dari kehati-hatian riset kini menjelma menjadi program berskala kota demi mewujudkan transportasi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in Business

See More