Jakarta, FORTUNE — PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) mulai memperluas bisnis ke sektor kesehatan setelah berada di bawah kendali pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Ekspansi tersebut dilakukan melalui rencana pengambilalihan mayoritas saham PT Hasna Medika Bakti Cirebon (HMBC), yang juga melibatkan pengusaha Pieter Tanuri.
Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan yang dikutip Kamis (27/8), VISI akan mengakuisisi 72,9 persen saham HMBC dari PT Hasna Medika Group (HMUG). Nilai transaksi tersebut mencapai Rp286 miliar.
HMBC merupakan perusahaan yang bergerak di bidang layanan kesehatan dan dikenal dengan jaringan rumah sakit spesialis jantung. Per akhir Maret 2026, HMBC mengoperasikan dua rumah sakit jantung dan 11 klinik yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Bali.
Rencana transaksi tersebut terdiri atas dua skema. Pertama, melalui Conditional Share Subscription Agreement (CSSA), VISI akan mengambil 124.393 saham baru HMBC atau sekitar 65 persen dengan nilai Rp255 miliar.
Kedua, melalui Conditional Shares Sale and Purchase Agreement (CSPA), VISI akan membeli 17.325 saham HMBC dari HMUG atau sekitar 7,91 persen senilai Rp31 miliar. Jika seluruh transaksi terealisasi, kepemilikan VISI di HMBC akan mencapai 159,72 juta saham atau setara 72,91 persen.
Kedua perjanjian tersebut telah diteken VISI dan HMUG pada 20 Agustus 2026. Transaksi itu akan membuat VISI menjadi pemegang saham pengendali HMBC.
Dari sisi keuangan, langkah akuisisi ini dilakukan ketika kondisi HMBC masih mencatatkan kerugian. Berdasarkan studi kelayakan, HMBC memiliki aset Rp563,5 miliar dan liabilitas Rp335,1 miliar per akhir Maret 2026. Pada periode yang sama, perusahaan mencatat rugi Rp12,3 miliar pada kuartal I-2026.
Adapun nilai pasar untuk 100 persen ekuitas HMBC berdasarkan studi tersebut mencapai Rp110,06 miliar.
Meski demikian, pengambilalihan HMBC diproyeksikan memperbesar skala aset VISI. Setelah transaksi, total aset perseroan diperkirakan mencapai Rp942,3 miliar, sementara ekuitas naik menjadi Rp551,8 miliar. Dalam proyeksi tersebut, VISI juga akan mencatat goodwill sebesar Rp53,9 miliar.
Akuisisi ini sekaligus menjadi bagian dari perubahan arah bisnis VISI. Perseroan sebelumnya bergerak di bisnis distribusi dan pergudangan, tetapi kini mulai membangun portofolio usaha yang lebih beragam setelah perubahan pengendalian oleh Harmoni Semesta Investama.
Sebelum masuk ke sektor kesehatan, VISI juga telah melepas seluruh gudangnya sebagai bagian dari langkah perbaikan struktur permodalan dan pembayaran utang.
