Sebagai instrumen pendapatan tetap, fixed income menawarkan pengembalian berkala dalam bentuk bunga atau kupon kepada investor. Pilihan instrumen investasi yang menawarkan nominal tetap cukup beragam dan dapat disesuaikan dengan tujuan serta profil risiko.
Berikut beberapa contoh instrumen fixed income:
Obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) merupakan surat utang yang diterbitkan pemerintah dalam tenor setahun hingga puluhan tahun. Instrumen ini dianggap aman karena pembayaran pokok dna kupon dijamin oleh negara.
Di Indonesia, jenis obligasi negara terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Berbeda dengan obligasi pemerintah, obligasi korporasi diterbitkan oleh perusahaan swasta atau negara untuk memperoleh pendanaan. Produk ini menawarkan imbal hasil berupa bunga tetap atau mengambang.
Deposito adalah produk simpanan berjangka yang ditawarkan oleh perbankan. Dana yang ditabung hanya bisa dicairkan sesuai dengan tenor yang dipilih, mulai dari 1 hingga 24 bulan. Nasabah akan mendapatkan bunga tetap sebagai manfaatnya.
Jenis reksa dana ini mengalokasikan sebagian besar dana investasinya minimal 80 persen ke dalam instrumen surat utang, seperti obligasi negara atau korporasi. Karena itu, imbal hasilnya cenderung lebih stabil dibandingkan reksa dana saham.
Sukuk korporasi merupakan obligasi berbasis prinsip syariah yang diterbitkan oleh perusahan. Keuntungan investor berasal bagi hasil dari pendapatan aset yang mendasarinya (underlying asset).