Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Bank Danamon Kantongi Laba Konsolidasian Rp1,1 triliun di Q1-2026
gedung Bank Danamon (danamon.co.id)
  • Bank Danamon mencatat laba bersih konsolidasian Rp1,1 triliun pada kuartal I-2026, naik 35 persen secara tahunan dengan PPOP mencapai Rp2,6 triliun dan NIM sebesar 7,6 persen.
  • Penyaluran kredit konsolidasian tumbuh 9 persen menjadi Rp216,2 triliun dan penghimpunan dana meningkat 16 persen menjadi Rp176,1 triliun, dengan rasio LAR turun ke 8,2 persen serta NPL bruto di 1,6 persen.
  • Kinerja digital dan otomotif turut menopang pertumbuhan; transaksi D-Bank PRO naik hingga 39 persen dalam nilai transaksi dan segmen otomotif tumbuh 36 persen berkat kolaborasi dengan Adira Finance serta MUFG.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencatat laba bersih konsolidasian pada tiga builan pertama 2026 sebesar Rp1,1 triliun, meningkat 35 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Bersamaan dengan itu, pendapatan operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPOP) perseroan juga tumbuh 12 persen menjadi Rp2,6 triliun. Dalam sisi rentabilitas, Danamon membukukan margin bunga bersih (net interest margin atau NIM) sebesar 7,6 persen.

Nobuya Kawasaki, Direktur Utama Danamon, mengatakan pertumbuhan kinerja pada awal tahun ini terdorong oleh penyaluran kredit serta penghimpunan dana yang solid, serta kualitas aset yang terjaga melalui penerapan prinsip kehati-hatian. Kinerja perusahaan juga ikut disokong grup jasa keuangang lobal, MUFG.

"Dengan arahan strategis untuk tumbuh bersama sebagai satu grup finansial, Danamon berkomitmen tetap menjadi penyedia solusi finansial yang mendapatkan kepercayaan nasabah, serta terus dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (30/4).

Nobuya menjelaskan dari sisi kinerja intermediasi, penyaluran kredit dan trade finance konsolidasian per 31 Maret 2026 sebesar Rp216,2 triliun, tumbuh 9 persen (yoy). Pertumbuhan ini ditopang oleh pertumbuhan kredit 11 persen pada lini bisnis Enterprise Banking & Financial Institution. Sementara lini bisnis SME Banking tumbuh 9 persen, dan 7 persen pada lini bisnis Consumer Banking, lalu 5% pada lini bisnis Adira Finance.

Sedangkan dari sisi penghimpunan dana, Danamon membukukan total rekening giro, rekening tabungan (current account and savings account atau CASA) dan deposito konsolidasian sebesar Rp176,1 triliun, tumbuh 16 persen year-on-year.

Pertumbuhan pada sisi intermediasi keuangan dan profitabilitas tersebut dicapai dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Danamon mencatatkan rasio loan at risk (LAR) sebesar 8,2 persen, lebih baik 2,4 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.

Sejalan dengan itu, rasio NPL bruto perseroan terjaga di level 1,6 persen. Danamon juga mencatatkan rasio cakupan NPL (NPL coverage ratio) sebesar 290,6 persen, meningkat 8,3 poin persentase dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kinerja keuangan ini tidak lepas dari kinerja operasional perseroan yang solid. Segmen otomotif mencatatkan pertumbuhan 36 persen secara tahunan, didukung kolaborasi dengan Adira Finance dan MUFG dalam ajang Indonesia International Motor Show Jakarta 2026 pada 5–15 Februari 2026. Dari ajang tersebut, volume transaksi Danamon tumbuh 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di kanal digital, aplikasi D-Bank PRO mencatat pertumbuhan jumlah transaksi 31 persen dan nilai transaksi 39 persen secara tahunan. Sementara itu, Danamon Cash Connect mencatat pertumbuhan pengguna 24 persen, dengan jumlah dan nilai transaksi masing-masing naik 11 persen.

Editorial Team

EditorEkarina .