Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Transaksi Digital BTN Melonjak 44% hingga Tembus Rp103,53 Triliun
Gedung baru BTN Kantor Cabang Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)
  • BTN mencatat 2,23 miliar transaksi digital dengan nilai Rp103,53 triliun, masing-masing tumbuh 46 persen dan 44 persen secara tahunan.

  • Jumlah pengguna aplikasi digital BTN mencapai lima juta nasabah, sementara balé by BTN terus dikembangkan sebagai bagian dari modernisasi layanan.

  • Pertumbuhan transaksi turut mendorong tabungan dan pendapatan berbasis komisi, disertai penguatan keamanan serta edukasi nasabah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Agustus 2026

Dana pihak ketiga konsolidasian BTN mencapai Rp446,06 triliun dan tumbuh 11,11 persen secara tahunan.

September 2026

Dana tabungan yang dihimpun melalui ekosistem digital BTN tumbuh 30 persen secara tahunan. Pendapatan berbasis komisi meningkat 42 persen secara tahunan.

Senin (12/10)

Nixon L.P. Napitupulu menyampaikan bahwa balé by BTN menjadi bagian penting dari modernisasi BTN.

Saat ini

Aplikasi digital BTN memiliki lebih dari 764 fitur. BTN juga memperkuat keamanan transaksi digital melalui pengembangan teknologi dan edukasi nasabah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BTN membukukan 2,23 miliar transaksi digital dengan nilai Rp103,53 triliun.
  • Who?
    PT Bank Tabungan Negara Tbk atau BTN, dengan keterangan dari Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu.
  • Where?
    Dalam ekosistem digital BTN dan aplikasi digital BTN.
  • When?
    Hingga September 2026, dengan dana pihak ketiga konsolidasian tercatat per Agustus 2026.
  • Why?
    Pertumbuhan ditopang lima juta pengguna dan upaya BTN memodernisasi layanan.
  • How?
    Melalui aplikasi digital dengan lebih dari 764 fitur, pengembangan teknologi, serta edukasi nasabah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

BTN punya aplikasi untuk membantu nasabah melakukan banyak kebutuhan perbankan. Penggunanya sudah lima juta orang dan transaksi digitalnya bertambah banyak. Nixon dari BTN berkata aplikasi itu akan dibuat lebih personal. BTN juga ingin menjaga transaksi tetap aman dengan teknologi dan mengajari nasabah agar memakai teknologi dengan baik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pertumbuhan transaksi dan pengguna menunjukkan layanan digital BTN semakin banyak digunakan nasabah. Pengembangan fitur, personalisasi balé by BTN, serta penguatan keamanan dan edukasi berjalan beriringan. Selain mendukung kebutuhan perbankan sehari-hari, ekosistem digital tersebut juga berkontribusi pada pertumbuhan tabungan dan pendapatan berbasis komisi BTN.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau BTN membukukan volume transaksi digital hingga 2,23 miliar kali, tumbuh 46 persen secara tahunan. Sejalan dengan itu, nilai transaksi perserian pun melesat mencapai Rp103,53 triliun atau meningkat 44 persen secara tahunan (YoY).

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengatakan pencapaian tersebut ditopang oleh nasabah yang tembus lima juta pengguna dengan kenaikan 51 persen secara tahunan, dan disertai upaya BTN memodernisasi layanan.

"Dalam waktu sekitar satu setengah tahun sejak diluncurkan, balé by BTN telah menjadi bagian penting dari modernisasi BTN. Ke depan, kami ingin balé by BTN semakin personal dan memiliki keunikan yang membedakannya dari layanan digital lainnya," ujar Nixon dalam keterangan resmi, Senin (12/10).

Saat ini aplikasi digital BTN memiliki lebih dari 764 fitur untuk melayani kebutuhan dasar perbankan hingga ke berbagai kebutuhan sehari-hari nasabah. Menurut dia, fitur mudah ditiru namun BTN msngklaim BTN menawarkan pengalaman khas.

"Setelah basis pengguna tumbuh, tantangannya adalah bagaimana kami mengoptimalkan pengguna, transaksi, dan ekosistem sehingga memberikan manfaat yang semakin besar bagi nasabah sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis BTN," ujar Nixon.

Seiring dengan pertumbuhan pengguna dan transaksi, aplikasi digital tersebut turut mendorong kinerja bisnis BTN. Hingga September 2026, dana tabungan yang dihimpun melalui ekosistem digital perseroan tumbuh 30 persen secara tahunan. Sementara itu, pendapatan berbasis komisi (fee-based income) meningkat 42 persen secara tahunan.

Secara keseluruhan, dana pihak ketiga (DPK) konsolidasian BTN mencapai Rp446,06 triliun per Agustus 2026, tumbuh 11,11 persen secara tahunan.

BTN juga memperkuat keamanan transaksi digital seiring dengan bertambahnya jumlah pengguna. Nixon menilai, upaya tersebut perlu mencakup pengembangan teknologi serta edukasi nasabah untuk mengantisipasi kejahatan digital.

"Tantangan kejahatan digital tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga bagaimana masyarakat memahami dan menggunakan teknologi. Karena itu, keamanan dan edukasi nasabah harus berjalan bersama," katanya.

Curated For You

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article