Jakarta, FORTUNE - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyiapkan sekitar 30.000 rumah untuk dipasarkan kembali melalui skema kredit atau KPR Recycle.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menjelaskan, KPR Recycle merupakan alternatif untuk mengoptimalkan kembali pemanfaatan rumah eksisting yang dapat dipasarkan kepada masyarakat.
"Sebelum dipasarkan, kami memastikan kondisinya telah diperbaiki, mulai dari pengecatan ulang hingga perbaikan bagian atap dan dinding, sehingga rumahnya bisa kembali layak huni dan terlihat seperti baru," jelas Nixon dalam keterangan resmi, Kamis (5/11).
Menurutnya, proyek tersebut merupakan bagian dari upaya BTN mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah melalui perluasan akses pembiayaan dan inovasi di sektor perumahan.
BTN juga mengembangkan Home Power, skema pembiayaan tambahan untuk membantu masyarakat melengkapi kebutuhan rumah agar lebih siap ditempati. Program tersebut masih dalam tahap uji coba di Bogor dengan target awal 40 unit rumah.
Melalui skema tersebut, pengembang terlebih dahulu menyelesaikan pembangunan rumah. Setelah itu, BTN menyediakan tambahan pembiayaan hingga 30 persen dari plafon awal untuk memenuhi kebutuhan pengisian dan perlengkapan rumah. Penyalurannya tetap mengikuti ketentuan pembiayaan yang berlaku.
"Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya bisa membeli rumah, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melengkapi kebutuhan di dalamnya. Karena itu, kami menawarkan pembiayaan dengan bunga yang terjangkau agar masyarakat tidak perlu mencari pinjaman dari pihak lain yang bunganya lebih tinggi," ujar Nixon.
BTN juga mengembangkan sejumlah skema pembiayaan untuk memperkuat ekosistem perumahan, baik dari sisi penyediaan (supply) maupun permintaan (demand). Salah satunya melalui Kredit Program Perumahan (KPP). Secara kumulatif, BTN telah menyalurkan KPP sebesar Rp7,4 triliun, terdiri atas KPP Supply Rp5,4 triliun dan KPP Demand Rp2 triliun.
Dari sisi permintaan, BTN memperluas pembiayaan berbasis komunitas melalui penjajakan kerja sama dengan sejumlah organisasi kemasyarakatan, termasuk Pengurus Pusat Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Salah satu programnya adalah RumahMU atau Rumah Muhammadiyah untuk menjangkau kebutuhan hunian para guru dan pegawai di lingkungan sekolah, rumah sakit, yayasan, serta perguruan tinggi Muhammadiyah. Program tersebut direncanakan diperkenalkan pada 12 November 2026 di Palu.
"Dengan menyasar komunitas yang sudah memiliki ekosistem sendiri, kami berharap proses penyaluran pembiayaan bisa lebih terarah, termasuk dalam hal administrasi dan pembayaran angsuran," kata Nixon.
Di area perkotaan, BTN sekitar 1.500 orang telah melakukan pemesanan peminatan hunian di Kawasan Manggarai, Jakarta. Pengembangan proyek tersebut masih menunggu penyelesaian proses perizinan oleh KAI sebelum dapat memasuki tahapan selanjutnya.