Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Seorang buruh bangunan menyelesaikan pengerjaan unit rumah bersubsidi di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kamis (12/2/2026). Sinergi antara pengembang dan Bank BTN dalam ekosistem perumahan nasional bertujuan untuk mempercepat penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi para pekerja di sekitar kawasan industri. (IDN Times/Dhana Kencana)
  • BTN menyiapkan sekitar 30.000 rumah eksisting untuk dipasarkan kembali melalui skema KPR Recycle setelah diperbaiki agar layak huni.

  • BTN menguji Home Power di Bogor untuk membantu pembiayaan perlengkapan rumah, dengan target awal 40 unit.

  • BTN memperluas pembiayaan perumahan melalui KPP, kerja sama komunitas, RumahMU, dan proyek hunian di Manggarai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (5/11)

Nixon L.P. Napitupulu menjelaskan skema KPR Recycle dalam keterangan resmi. BTN memastikan rumah diperbaiki sebelum dipasarkan kembali.

12 November 2026

Program RumahMU atau Rumah Muhammadiyah direncanakan diperkenalkan di Palu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BTN menyiapkan sekitar 30.000 rumah untuk dipasarkan kembali melalui skema KPR Recycle.
  • Who?
    PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu, pengembang, KAI, serta organisasi Muhammadiyah dan PBNU.
  • Where?
    Program Home Power diuji coba di Bogor, RumahMU direncanakan diperkenalkan di Palu, dan proyek hunian lain berada di Manggarai, Jakarta.
  • When?
    Keterangan Nixon disampaikan Kamis (5/11), sedangkan RumahMU direncanakan diperkenalkan pada 12 November 2026.
  • Why?
    Untuk mengoptimalkan pemanfaatan rumah eksisting, memperluas akses pembiayaan, dan mempercepat Program 3 Juta Rumah.
  • How?
    Rumah diperbaiki sebelum dipasarkan. BTN juga menyediakan tambahan pembiayaan hingga 30 persen dari plafon awal dengan mengikuti ketentuan pembiayaan yang berlaku.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

BTN menyiapkan banyak rumah untuk dijual lagi dengan pinjaman rumah. Rumah itu akan dicat dan diperbaiki supaya bisa ditempati. BTN juga mencoba membantu orang melengkapi isi rumah di Bogor. Ada program untuk guru dan pegawai Muhammadiyah. Proyek rumah di Manggarai masih menunggu izin dari KAI.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Skema KPR Recycle dan Home Power menunjukkan upaya BTN memperluas pilihan pembiayaan perumahan. Rumah eksisting diperbaiki sebelum dipasarkan, sementara pembiayaan tambahan membantu melengkapi kebutuhan hunian. Perluasan kerja sama dengan komunitas juga membuat penyaluran pembiayaan diarahkan pada kelompok seperti guru dan pegawai di lingkungan Muhammadiyah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyiapkan sekitar 30.000 rumah untuk dipasarkan kembali melalui skema kredit atau KPR Recycle.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menjelaskan, KPR Recycle merupakan alternatif untuk mengoptimalkan kembali pemanfaatan rumah eksisting yang dapat dipasarkan kepada masyarakat.

"Sebelum dipasarkan, kami memastikan kondisinya telah diperbaiki, mulai dari pengecatan ulang hingga perbaikan bagian atap dan dinding, sehingga rumahnya bisa kembali layak huni dan terlihat seperti baru," jelas Nixon dalam keterangan resmi, Kamis (5/11).

Menurutnya, proyek tersebut merupakan bagian dari upaya BTN mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah melalui perluasan akses pembiayaan dan inovasi di sektor perumahan.

BTN juga mengembangkan Home Power, skema pembiayaan tambahan untuk membantu masyarakat melengkapi kebutuhan rumah agar lebih siap ditempati. Program tersebut masih dalam tahap uji coba di Bogor dengan target awal 40 unit rumah.

Melalui skema tersebut, pengembang terlebih dahulu menyelesaikan pembangunan rumah. Setelah itu, BTN menyediakan tambahan pembiayaan hingga 30 persen dari plafon awal untuk memenuhi kebutuhan pengisian dan perlengkapan rumah. Penyalurannya tetap mengikuti ketentuan pembiayaan yang berlaku.

"Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya bisa membeli rumah, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melengkapi kebutuhan di dalamnya. Karena itu, kami menawarkan pembiayaan dengan bunga yang terjangkau agar masyarakat tidak perlu mencari pinjaman dari pihak lain yang bunganya lebih tinggi," ujar Nixon.

BTN juga mengembangkan sejumlah skema pembiayaan untuk memperkuat ekosistem perumahan, baik dari sisi penyediaan (supply) maupun permintaan (demand). Salah satunya melalui Kredit Program Perumahan (KPP). Secara kumulatif, BTN telah menyalurkan KPP sebesar Rp7,4 triliun, terdiri atas KPP Supply Rp5,4 triliun dan KPP Demand Rp2 triliun.

Dari sisi permintaan, BTN memperluas pembiayaan berbasis komunitas melalui penjajakan kerja sama dengan sejumlah organisasi kemasyarakatan, termasuk Pengurus Pusat Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Salah satu programnya adalah RumahMU atau Rumah Muhammadiyah untuk menjangkau kebutuhan hunian para guru dan pegawai di lingkungan sekolah, rumah sakit, yayasan, serta perguruan tinggi Muhammadiyah. Program tersebut direncanakan diperkenalkan pada 12 November 2026 di Palu.

"Dengan menyasar komunitas yang sudah memiliki ekosistem sendiri, kami berharap proses penyaluran pembiayaan bisa lebih terarah, termasuk dalam hal administrasi dan pembayaran angsuran," kata Nixon.

Di area perkotaan, BTN sekitar 1.500 orang telah melakukan pemesanan peminatan hunian di Kawasan Manggarai, Jakarta. Pengembangan proyek tersebut masih menunggu penyelesaian proses perizinan oleh KAI sebelum dapat memasuki tahapan selanjutnya.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article