Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Prudential Rilis Produk yang Incar Nasabah Berpendapatan Bulanan di Atas Rp70 Juta

2 min read
Prudential Rilis Produk yang Incar Nasabah Berpendapatan Bulanan di Atas Rp70 Juta
Prudential Indonesia menghadirkan Asuransi Jiwa PRUProsper/Dok Prudential Indonesia
  • Prudential Indonesia meluncurkan PRUProsper, asuransi jiwa berbasis dolar AS untuk nasabah berpendapatan di atas Rp70 juta per bulan, guna mendorong pendapatan premi 2027.
  • Hingga September 2026, pendapatan premi neto Prudential mencapai Rp17,69 triliun, naik 22,76 persen tahunan; perusahaan menilai masih ada kesenjangan antara pendapatan nasabah affluent dan nilai perlindungan.
  • PRUProsper menawarkan premi mulai US$2.500 per tahun, perlindungan jiwa dolar AS, serta manfaat tunai tahunan sejak tahun ketiga untuk diversifikasi aset dan kebutuhan internasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) merilis produk asuransi jiwa berbasis dolar Amerika Serikat (AS), PRUProsper, di Jakarta, Kamis (5/11).

Penerbitan produk ini merupakan salah satu upaya perusahaan memacu pendapatan premi pada 2027 melalui segmentasi nasabah berpendapatan di atas Rp70 juta per bulan.

Hingga September 2026, Prudential Indonesia membukukan pendapatan premi neto Rp17,69 triliun, yang artinya setara pertumbuhan 22,76 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp14,41 triliun.

Chief Customer and Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, mengatakan perusahaannya memiliki nasabah kategori atas (affluent) memadai, tapi belum diimbangi dengan nilai proteksi.

“[Kalau] kita lihat sendiri dari sisi income, dengan jumlah pertanggungan atau uang pertanggungan per orang yang dimiliki, itu gap-nya masih cukup besar,” ujar Karin.

Sebagai solusi, perusahaan menawarkan PRUProsper dengan premi mulai dari US$2.500 per tahun. Melalui produk ini, nasabah beroleh perlindungan jiwa berbasis dolar AS dan manfaat tunai tahunan sejak tahun polis ketiga untuk keperluan diversifikasi aset.

Karin menjelaskan, produk berbasis mata uang asing ini berfungsi menghindari fluktuasi nilai tukar di tengah dinamika perekonomian global. Berdasarkan data lima tahun terakhir, kurs jual dolar AS naik 27 persen dari Rp14.372 pada 4 November 2021 menjadi Rp18.239 pada 4 November 2026.

Kenaikan kurs tersebut berdampak pada perencanaan dana. Sebagai ilustrasi, biaya kuliah di AS yang sebesar US$50.000 atau sekitar Rp719 juta lima tahun lalu, kini mencapai Rp912 juta. Terdapat selisih penambahan dana Rp193 juta untuk kebutuhan pendidikan yang sama.

President Director Prudential Indonesia, Mukesh Dhawan, mengatakan kebutuhan finansial nasabah segmen atas makin beragam. Perencanaan keuangan kini menuntut kesiapan dana dalam mata uang asing untuk kebutuhan seperti pendidikan anak di luar negeri hingga keperluan internasional.

“Perencanaan kekayaan bukan hanya tentang menjaga aset saat ini, tetapi bagaimana menjaga nilainya masih tetap relevan seiring dengan kebutuhan perekonomian global yang semakin berkembang di masa depan,” kata Mukesh.

    Related Articles

    See More