CIMB Niaga Dirikan Anak Usaha Baru SL Capital dengan Modal Rp200 Miliar

- CIMB Niaga resmi mendirikan anak usaha baru bernama PT Satyaguna Langgeng Capital (SL Capital) dengan modal Rp200 miliar untuk memperkuat strategi bisnis dan pengelolaan aset bermasalah.
- SL Capital akan berfokus pada pengembangan pasar sekunder pinjaman bermasalah di Indonesia, serta diharapkan memberi dampak positif terhadap rasio dan laporan keuangan konsolidasi CIMB Niaga.
- Pendirian SL Capital telah mendapat persetujuan OJK, dengan kepemilikan saham mayoritas 99,99925% oleh CIMB Niaga; transaksi dikategorikan afiliasi namun tanpa benturan kepentingan.
Jakarta, FORTUNE - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mendirikan anak perusahaan baru bernama PT Satyaguna Langgeng Capital (SL Capital), dengan penyertaan modal dari perseroan sebesar Rp 200 miliar.
Direktur Kepatuhan CIMB Niaga, Fransiska Oei, menjelaskan anak usaha baru ini didirikan untuk berpartisipasi dalam pengembangan pasar sekunder pinjaman bermasalah (non-performing loan)di Indonesia, sekaligus mendukung peningkatan rasio keuangan perbankan, sejalan dengan strategi bisnis perseroan.
"Pendirian SL Capital akan berdampak positif pada rasio keuangan perseroan. Dalam jangka panjang, SL Capital diharapkan dapat memberikan dampak positif pada laporan keuangan konsolidasi perseroan," kata Fransiskan alam keterbukaan nformasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/3).
SL Capital didirikan melalui Akta Pendirian Nomor 26 tanggal 19 Januari 2026 di hadapan notaris di Jakarta. Lalu akta tersebut didaftarkan di Kementerian Hukum dan HAM dan memperoleh surat pendaftaran pada 27 Februari 2026.
Adapun, penyertaan modal CIMB Niaga pada SL Capital telah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat persetujuan tertanggal 11 November 2025. Dalam struktur kepemilikan saat pendirian, CIMB Niaga menguasai mayoritas saham sebesar 99,99925 persen senilai Rp 200 miliar, sementara sisanya dimiliki PT Commerce Kapital sebesar 0,00075 persen atau Rp 1,5 juta
Fransiskan menyebut transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi, namun tidak menimbulkan benturan kepentingan karena terkait langsung dengan kegiatan usaha perseroan. CIMB Niaga menegaskan, transaksi ini bukan termasuk transaksi material sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020.
Pada 2025, CIMB Niaga mengantongi laba bersih konsolidasian sebesar Rp6,93 triliun, naik tipis dari Rp6,9 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu total aset konsolidasian adalah sebesar Rp372,7 triliun per 31 Desember 2025.


















