Jakarta, Fortune - PT CIMB Niaga Tbk (BNGA) menargetkan penguatan segmen pembiayaan hijau. Salah satu caranya, perusahaan mengambil bagian dalam fasilitas kredit sindikasi berbasis keberlanjutan atau syndicated sustainability-linked loan (SLL) senilai US$750 juta kepada PT Vale Indonesia Tbk.
Head of Corporate, Investment Banking Coverage & Loan Syndication CIMB Niaga Miranty Supardi, mengatakan perusahaan berkomitmen mendorong pembangunan berkelanjutan melalui pembiayaan hijau, termasuk pada sektor pertambangan yang memiliki peran strategis dalam transisi energi global. Adapun, skema fasilitas SLL ini mengaitkan kinerja pembiayaan dengan indikator keberlanjutan guna mendorong penerapan praktik operasional berwawasan lingkungan.
"Keterlibatan CIMB Niaga dalam fasilitas sustainability-linked loan ini merupakan wujud dukungan kami terhadap keberlanjutan di industri ekstraktif. Kami memahami bagaimana Vale Indonesia telah menerapkan best practice dalam operasionalnya, termasuk penggunaan energi terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga air (hydropower) sehingga mampu menghasilkan produk nikel dengan emisi rendah," ujar Miranty di Jakarta, Selasa (9/6).
Selain itu, Vale Indonesia juga disebut memiliki agenda pengembangan energi terbarukan dan elektrifikasi untuk menekan intensitas emisi dalam jangka panjang, hal ini sejalan dengan target netral karbon yang dicanangkan grup CIMB.
Maka dari itu, penyaluran fasilitas pembiayaan ini menjadi salah satu langkah yang dapat mendukung transformasi sektor pertambangan menuju praktik usaha yang lebih berkelanjutan. Selain itu, kucuran kredit tersebut juga berkaitan dengan penguatan hilirisasi nikel nasional yang menjadi bahan baku utama industri baterai kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi.
Keterlibatan CIMB Niaga dalam transaksi tersebut juga mencerminkan strategi diversifikasi portofolio pembiayaan, terutama pada sektor mineral kritis yang memiliki peran penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan energi bersih. Melalui partisipasi itu, perseroan memperluas eksposur pada sektor yang diproyeksikan menjadi salah satu penopang pertumbuhan industri energi rendah karbon ke depan.
Hingga kuartal pertama 2026, CIMB Niaga mencatat pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp60,2 triliun atau sekitar 26 persendari total portofolio pembiayaan. Dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 25,3 persen dan loan to deposit ratio (LDR) di level 89,2 persen, CIMB Niaga dinilai memiliki ruang ekspansi yang luas untuk menangkap peluang pertumbuhan ke depan tanpa mengorbankan stabilitas bisnis.
