Jakarta, FORTUNE - PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) membukukan premi msebesar Rp387,6 miliar sepanjang semester I 2026. Capaian tersebut meningkat 53 persen dibandingkan Rp253,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama Ciputra Life, Hengky Djojosantoso, menjelaskan, pertumbuhan premi tersebut sebagian ditopang oleh premi asuransi jiwa kredit dan corporate solution, serta peningkatan kerja sama dengan seluruh mitra bisnis baik mitra bisnis existing maupun mitra bisnis baru.
"Kami terus meningkatkan kerja sama dengan mitra-mitra bisnis kami dan melakukan pengembangan bisnis sambil tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kualitas portofolio dan profitabilitas," ujar Hengky dalam siaran pers, Senin (24/8).
Pada lini asuransi jiwa kredit, pengembangan portofolio mencakup perlindungan untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), Kredit UMKM, Kredit Multiguna (KMG), hingga Kredit Tanpa Agunan (KTA). Bisnis tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan lebih dari 50 mitra, yang terdiri atas perbankan dan lembaga keuangan nonbank.
Selain asuransi jiwa kredit, lini corporate solution, termasuk asuransi kesehatan kumpulan yang mulai dikembangkan sejak pertengahan 2024, turut berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan.
Sejalan dengan itu, klaim dan manfaat yang dibayarkan kepada nasabah pada semester I 2026 tercatat Rp107,1 miliar, meningkat dibandingkan Rp56,7 miliar pada semester I 2025.
Selain itu, berdasarkan laporan keuangan tahun 2025 yang telah diaudit berdasarkan PSAK 117. Ciputra Life membukukan laba bersih sebesar Rp99,3 miliar, tumbuh 95 persen Secara tahunan. Laba komprehensif tercatat sebesar Rp122,3 miliar, meningkat 126 persen dibandingkan Rp54,2 miliar pada tahun sebelumnya.
Posisi keuangan perusahaan juga menunjukkan perkembangan positif. Pada akhir 2025, total aset mencapai Rp1,3 triliun dan total investasi mencapai Rp1,1 triliun.
Dari sisi solvabilitas, Risk Based Capital (RBC) Ciputra Life pada akhir 2025 berada di level 315 persen pada akhir 2025. Angka tersebut berada di atas batas minimum yang ditetapkan regulator.
Hingga akhir 2026, Ciputra Life menargetkan premi sekitar Rp700 miliar. Menurut Hengky target tersebut diraih melalui keseimbangan antara pertumbuhan, kualitas portofolio, dan profitabilitas.
