Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Danamon Ungkap Strategi Bisnis Hadapi Tantangan Perbankan Tahun Ini
Paparan kinerja Bank Danamon. (Dok/Istimewa).
  • Danamon tetap optimistis menghadapi ekonomi menantang dan suku bunga tinggi, sambil memantau kondisi sosial ekonomi, likuiditas, tren bunga, serta kebutuhan nasabah untuk menyesuaikan strategi.
  • Bank mengoptimalkan pertumbuhan melalui peningkatan fee income dan ekspansi kredit berbasis sinergi MUFG, dengan penguatan EBFI, korporasi, consumer banking, SME, serta ekosistem otomotif, haji, umroh, dan FMCG.
  • Meski KPR terdampak suku bunga tinggi, Danamon menawarkan bunga awal kompetitif dan kolaborasi properti; portofolio KPR Juni 2026 tumbuh 7–9 persen, dengan rasio kredit macet 1,7 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mengungkapkan optimismenya akan pertumbuhan kinerja bisnis di tengah kondisi ekonomi yang semakin menantang dan dibayangi suku bunga tinggi.

Chief Financial Officer (CFO), Theresia Adriana mengatakan perseroan terus memantau berbagai faktor yang memengaruhi prospek bisnis pada 2026, seperti perkembangan kondisi sosial ekonomi, likuiditas perbankan, tren suku bunga, hingga perubahan kebutuhan dan preferensi nasabah. Perusahaan akan terus mengevaluasi strategi bisnis agar selaras dengan perkembangan dinamika pasar.

"Di tengah berbagai tantangan tersebut, kami tetap melihat ada peluang untuk mengoptimalkan berbagai sumber pertumbuhan termasuk melakukan peningkatan pendapatan berbasis fee income," ujar Theresia dalam paparan kinerja virtual, Kamis (30/7).

Di sisi pembiayaan, Danamon akan tetap melanjutkan ekspansi kredit dengan mengoptimalkan sinergi dalam ekosistem MUFG Group. Strategi tersebut dilakukan melalui penguatan empat lini bisnis utama, yakni Enterprise Banking and Financial Institution (EBFI), perbankan korporasi, consumer banking, serta usaha kecil dan menengah (SME), termasuk anak perusahaan.

"Kami terus membangun dominasi dalam sistem ekosistem yang telah kami targetkan, seperti Otomotif, Haji, Umroh, dan juga FMCG (barang konsumsi cepat habis). Selain itu, juga terdapat kerja sama dengan Japanese Real Estate, serta memanfaatkan proposisi MUFG yang unik," ujarnya.

Di tengah kondisi suku bunga tinggi saat ini, Theresia mengatakan segmen kredit pemilikan rumah (KPR) memperoleh dampak paling besar. Meski demikian, ia menilai kebutuhan masyarakat terhadap hunian masih menjadi penopang permintaan KPR.

Untuk itu, perusahaan akan menerapkan sejumlah strategi berupa penawaran suku bunga kompetitif pada awal tenor, program yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, serta memperkuat kolaborasi dengan pengembang dan pelaku ekosistem properti.

Per Juni 2026, portofolio KPR Danamon tumbuh sekitar 7 persen hingga 9 persen secara tahunan. Dari sisi kualitas kredit, saat ini bank Danamon mencatatkan rasio kredit macetnya di level sehat yakni 1,7 persen.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article