Jakarta, FORTUNE - PT Bank Bank Syariah Indonesia (BSI) membukukan laba bersih (unaudited) Rp2,80 triliun hingga April 2026, naik 17,79 persen secara tahunan/year on year (YoY). Realisasi tersebut ditopang oleh fungsi intermediasi dari sisi pengelolaan dana pihak ketiga (DPK) dan pembiayaan, terutama dari sisi tabungan haji.
Pada sisi penghimpunan dana, DPK BSI tercatat Rp382 triliun atau tumbuh 17,9 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan saldo tabungan yang mencapai Rp165 triliun, naik 22,02 persen secara tahunan. Sementara itu, kontribusi lainnya berasal dari deposito dan giro. Komposisi tersebut membuat rasio dana murah (CASA) BSI berada di level 63,48 persen.
Kontribusi lain datang dari produk Tabungan Haji. Dari sekitar 203 ribu jamaah haji Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini, sebanyak 83,5 persen atau sekitar 169 ribu jamaah melakukan pelunasan haji melalui BSI.
Dari sisi pembiayaan, BSI membukukan pertumbuhan 15,59 persen YoY menjadi Rp332 triliun. Dari angka tersebut, ekspansi pembiayaan didominasi pembiayaan konsumer dan ritel, sektor produktif, UMKM dan Mikro yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Sejalan dengan ekspansi pembiayaan berlangsung agresif, kualitas asset pun tetap dijaga sehat dengan rasio non-performing financing (NPF) gross sebesar 1,80 persen.
Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, mengatakan perseroan terus memperkuat fundamental bisnis dan kinerja keuangan melalui optimalisasi aset, pengelolaan kualitas pembiayaan, peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee-based income), serta penguatan penghimpunan dana murah.
"BSI meningkatkan produktivitas pegawai melalui pengembangan ekosistem bisnis syariah dan bullion bank sebagai sumber pertumbuhan bisnis,"ujarnya dalam siaran pers, Selasa (9/6).
Dengan strategi tersebut, BSI menargetkan bisa terus memperkuat posisinya sebagai bank syariah terbesar di Indonesia sekaligus memperluas peran sebagai bullion bank.
BSI berupaya meningkatkan relevansi layanan keuangan syariah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Salah satu yang aktif dilakukan adalah turut berpartisipasi dalam berbagai program strategis pemerintah. Hingga Maret 2026, perseroan telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp198 miliar untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjangkau 211 dapur MBG.
BSI ikut terlibat dalam penyaluran pembiayaan bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program tersebut masing-masing menjangkau lebih dari 80 ribu koperasi dan 17.732 nasabah penerima KUR.
Di sektor perumahan, BSI menyalurkan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) kepada 894 nasabah dengan total pembiayaan rumah bersubsidi yang disalurkan sebanyak Rp5,7 triliun.
