Comscore Tracker
FINANCE

Semester 1 2021, Realisasi Investasi Indonesia Capai Rp442,7 Triliun

Capaian itu memenuhi 49,2 persen dari target Rp900 triliun.

Semester 1 2021, Realisasi Investasi Indonesia Capai Rp442,7 TriliunANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi yang masuk ke Indonesia mencapai Rp442,7 triliun pada semester I 2021. Capaiannya memenuhi 49,2 persen dari target investasi tahun ini sebesar Rp900 triliun.

“Sesungguhnya masa pandemi kepercayaan dunia usaha kepada Indonesia dalam menanamkan invetasinya itu sudah jauh lebih baik,” kata Menteri Invetasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat Rapat Kerja Bersama Komisi VI DPR-RI, Senin (30/8).

Dari total realisasi invetasi tersebut, Bahlil merincinya menjadi dua. Untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp214,3 triliun atau setara 48,4 persen dari total realisasi yang sudah masuk. Pertumbuhannya sekitar 3, 5 persen.

Kemudian sisanya ada aliran Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp228,5 triliun atau 51,6 persen dari target. Pertumbuhannya meningkat 16,8 persen. “Dibandingkan jadwal sama di 2020 kita masih di bawah 50 persen,” ujar Bahlil.

1. Investor mulai tertarik menanamkan modalnya di luar Jawa

Bahlil menuturkan, tren invetasi saat ini pelaku usaha mulai tertarik menanamkan modelnya di luar Jawa. Bukan tanpa alasan, ia menyebut, perkembangan pembangunan infrastruktur yang lebih baik jadi motif utamanya. Pemerintah pun akan memberikan insentif lebih bagi yang membangun hilirisasi di luar Pulau Jawa.

Berdasarkan lokasi penempatan, aliran investasi di Pulau Jawa Rp214,53 triliun atau 48,5 persen. Pertumbuhannya naik 2,7 persen. Sedangkan investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp228,23 triliun atau 51,5 persen dari total. Realisasinya tumbuh 17,8 persen secara tahunan.

2. Singapura peringkat pertama invetasi di Indonesia

Berdasarkan negara asal, peringkat pertama yang berinvetasi di Indonesia adalah Singapura mencapai US$4,7 miliar sampai paruh pertama tahun ini. Lalu diikuti Hong Kong US$2,3 miliar, Tiongkok US$1,7 miliar, Belanda US$1,3 miliar, dan Korea Selatan US$1,1 miliar.

Bahlil mengklaim dengan disahkannya Undang-undang Cipta kerja mampu mengubah persepsi dunia, khususnya Eropa untuk berinvestasi lebih banyak di Indonesia. Sejak akhir 2020, ia menyebut, salah satu negara di Eropa seperti Belanda masuk dalam 5 besar negara yang menanamkan modalnya di Indonesia, sehingga mampu mengalahkan Korea Selatan dan Jepang.

“Jadi ini suatu fenomena baru, bahwa memang perubahan UU Cipta Kerja ini mengubah persepsi dunia. Terutama negara-negara di Eropa yang selama ini harus diakui bukan bagian besar dari 5 besar investasi yang masuk ke Indonesia," kata Bahlil.

Dari investasi ini, Bahlil mengungkapkan berhasil penyerapan tenaga kerja mencapai 623.715 orang pada semester I 2021. Jumlahnya naik 10,06 dari 566.194 orang pada semester I 2020.

3. Usaha mikro mendominasi pendaftaran OSS

Selain itu, Bahlil mengungkapkan perkembangan pendaftaran izin usaha pasca-peluncuruan OSS pada awal Agustus 2021. Saat ini, ia menyebut sudah ada 76.778 NIB (Nomor Induk Berusaha) yang diterbitkan. Dari jumlah angka tersebut, didominasi oleh usaha mikro. Oleh karena itu, sektor usaha mikro, kecil dan menengah harus terus didorong.

"Usaha kecil mikro 96 persen, usaha kecil 2,6 persen, usaha menengah 0,49 persen, usaha besar 0,41 persen dan perwakilan 0,04 persen," ujarnya.

.

Related Articles