Jenis financial modeling ditentukan oleh tujuan analisis yang ingin dilakukan. Model untuk menilai valuasi perusahaan berbeda dengan model untuk menyusun proyeksi laporan keuangan. Berikut beberapa jenis financial modeling yang umum digunakan.
1. Three-statement model
Three-statement model menghubungkan laporan laba rugi, neraca, dan arus kas. Fungsinya untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi keuangan serta dampak perubahan pendapatan, biaya, aset, dan kewajiban.
2. Discounted cash flow (DCF) model
DCF model digunakan untuk memperkirakan nilai perusahaan, aset, atau proyek berdasarkan proyeksi arus kas masa depan. Arus kas tersebut didiskontokan ke nilai saat ini dengan mempertimbangkan time value of money.
3. Budget model
Budget model digunakan untuk menyusun target pendapatan, pengeluaran, dan investasi berdasarkan anggaran perusahaan. Model ini juga membantu perusahaan menentukan kebutuhan dana dan mengalokasikan sumber daya sesuai prioritas bisnis.
4. Forecasting model
Forecasting model digunakan untuk memproyeksikan kondisi keuangan masa depan. Proyeksi berdasarkan data historis, kondisi terkini, dan asumsi tertentu.
5. Consolidation model
Consolidation model menggabungkan data keuangan dari berbagai unit bisnis, anak perusahaan, atau divisi. Tujuannya untuk memberikan gambaran performa perusahaan.
6. Sum-of-the-parts model
Sum-of-the-parts digunakan untuk menilai perusahaan dengan beberapa unit bisnis berbeda. Setiap unit dinilai secara terpisah menggunakan metode yang sesuai, lalu dijumlahkan untuk memperoleh estimasi nilai perusahaan.
7. Leveraged buyout model
Leveraged buyout (LBO) model digunakan untuk menganalisis akuisisi yang sebagian besar pendanaannya berasal dari utang. Model ini memperhitungkan struktur pendanaan, beban bunga, pembayaran utang, serta potensi keuntungan yang diperoleh investor.
8. Initial public offering model (IPO)
IPO model digunakan untuk memperkirakan kondisi keuangan perusahaan sebelum melakukan penawaran saham kepada publik. Model ini mencakup valuasi perusahaan, jumlah saham yang ditawarkan, harga penawaran, serta struktur kepemilikan setelah IPO.
9. Merger and acquisition model
M&A model untuk mengevaluasi dampak finansial dari merger atau akuisisi. Analisis dapat mencakup kondisi perusahaan setelah penggabungan, potensi sinergi, biaya transaksi, serta perubahan terhadap kinerja keuangan.
10. Option pricing model
Option pricing model untuk memperkirakan nilai instrumen keuangan yang memiliki karakteristik opsi. Jenis model ini cenderung lebih kompleks karena membutuhkan berbagai asumsi dan perhitungan khusus.