Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Fitch Ratings Turunkan Prospek Peringkat Utang RI Jadi Negatif
Ilustrasi Fitch Ratings/Shutterstock William Barton
  • Khawatir terhadap kredibilitas kebijakan fiskal dan dampak program Makan Bergizi Gratis pada beban anggaran.

  • Defisit anggaran Indonesia diproyeksi 2,9 persen dari PDB pada akhir 2026.

  • Peringkat kredit jangka panjang Indonesia tetap dipertahankan pada level BBB.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Lembaga pemeringkat global, Fitch Ratings (Fitch), resmi merevisi prospek peringkat utang Indonesia dari "stabil" menjadi "negatif". Penurunan prospek ini berpangkal pada kekhawatiran terhadap kredibilitas bauran kebijakan pemerintah yang dinilai berisiko mengganggu stabilitas fiskal di masa depan.

Dalam laporan resminya yang dirilis Rabu (4/3), Fitch secara spesifik menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai beban baru bagi kas negara pada 2026.

“Upaya untuk mendorong pengeluaran sosial, termasuk program Makan Bergizi Gratis yang diperkirakan memakan biaya 1,3 persen dari PDB, dapat menambah risiko defisit fiskal, terutama dengan rencana prioritas belanja di semester I-2026,” demikian Fitch.

Fitch memprediksi defisit anggaran Indonesia berpotensi mencapai 2,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada pengujung 2026. Proyeksi ini lebih tinggi dibandingkan dengan target pemerintah yang dipasang pada level 2,7 persen.

Jika tidak dimitigasi, pelebaran defisit ini dikhawatirkan bakal menggerus prospek fiskal jangka menengah, melemahkan sentimen investor, hingga memberi tekanan pada cadangan eksternal.

Selain faktor belanja sosial, Fitch juga mengkritisi transparansi dan mandat Badan Pengelolaan Investasi (BPI) Danantara. Lembaga ini direncanakan mengelola investasi US$26 miliar atau setara 1,7 persen dari PDB pada 2026 untuk proyek hilirisasi sektor strategis seperti mineral, energi, hingga pangan.

Namun, Fitch mencatat adanya ketidakpastian arah mandat Danantara. Kekhawatiran utama muncul pada potensi perluasan peran lembaga tersebut ke aktivitas kuasi-fiskal, yakni skema pembiayaan berbasis leverage yang mendukung kebijakan pemerintah di luar mekanisme kontrol anggaran yang ketat.

Kendati prospeknya direvisi, Fitch masih mempertahankan peringkat kredit jangka panjang Indonesia pada level BBB (Investment Grade). Keputusan ini didasari oleh fundamental pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan tetap stabil 5 persen untuk 2026 dan 2027.

Fitch menilai daya tahan ekonomi RI akan tetap terjaga berkat kuatnya permintaan domestik, akselerasi belanja pemerintah, serta keberlanjutan investasi pada sektor hilirisasi yang menjadi motor penggerak industri.

Editorial Team