Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Inflasi Juni Tembus 3,34 Persen, Bensin hingga Emas Jadi Pemicu
ilustrasi inflasi (vecteezy.com/Imajiku Stock)
  • BPS mencatat inflasi tahunan Juni 2026 mencapai 3,34 persen, naik dari Mei yang sebesar 3,08 persen, dengan IHK meningkat menjadi 111,89.
  • Kenaikan harga bensin, emas perhiasan, dan bahan makanan seperti ikan segar serta beras menjadi pendorong utama inflasi tahunan maupun bulanan.
  • Seluruh provinsi alami inflasi pada Juni 2026; Papua Pegunungan tertinggi 7,84 persen dan Sulawesi Barat terendah 2,29 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Juni tembus 3,34 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi Mei 2026 sebesar 3,08 persen.

Kenaikan inflasi pada Juni dipengaruhi sejumlah kelompok pengeluaran, terutama makanan, minuman, dan tembakau, disusul perawatan pribadi serta jasa lainnya, dan transportasi. Di sisi bulanan, kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar seiring kenaikan harga bensin dan tarif angkutan udara.

BPS ungkap penyebab inflasi Juni 2026

BPS mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 108,27 pada Juni 2025 menjadi 111,89 pada Juni 2026 sehingga menghasilkan inflasi tahunan sebesar 3,34 persen. Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi Mei 2026 yang sebesar 3,08 persen.

Secara bulanan (month-to-month/mtm), inflasi tercatat 0,44 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) mencapai 1,79 persen. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan inflasi tahunan didorong oleh tiga kelompok pengeluaran utama.

Sektor penyumbang inflasi

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor terbesar terhadap inflasi tahunan. Kelompok ini mengalami inflasi 4,67 persen dengan andil sebesar 1,36 persen.

"Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau terutama ikan segar, beras, minyak goreng, cabai merah, daging ayam ras, cabai rawit, sigaret kretek mesin, dan bawang merah,” ujar Ateng dalam konferensi pers, dikutip Rabu (1/7).

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatat inflasi cukup tinggi, yakni 10,10 persen dengan andil 0,69 persen terhadap inflasi tahunan.

"Inflasi pada kelompok ini terutama terjadi pada komoditas emas dan perhiasan,” jelas Ateng.

Sementara itu, kelompok transportasi mengalami inflasi tahunan sebesar 4,57 persen dengan kontribusi 0,55 persen. Komoditas yang mendorong kenaikan harga pada kelompok ini meliputi bensin, tarif angkutan udara, mobil, sepeda motor, dan pelumas atau oli mesin.

Berdasarkan infografis BPS, penyumbang terbesar inflasi tahunan berasal dari emas perhiasan dengan andil 0,61 persen, diikuti bensin 0,25 persen, ikan segar 0,23 persen, beras 0,16 persen, dan tarif angkutan udara sebesar 0,15 persen.

Bensin menjadi pemicu utama inflasi bulanan

Secara bulanan, inflasi Juni 2026 sebesar 0,44 persen terutama berasal dari kelompok transportasi yang menyumbang andil 0,28 persen dengan tingkat inflasi 2,29 persen.

“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok transportasi antara lain bensin, tarif angkutan udara, dan pelumas/oli mesin. Bensin memberikan andil inflasi tertinggi sebesar 0,21 persen. Selanjutnya, tarif angkutan udara memberikan andil inflasi 0,05 persen, sedangkan pelumas/oli mesin menyumbang 0,01 persen,” tutur Ateng.

Selain transportasi, seluruh komponen inflasi juga mengalami kenaikan pada Juni. Komponen harga yang diatur pemerintah memberikan andil terbesar sebesar 0,27 persen, disusul komponen inti sebesar 0,15 persen dan komponen bergejolak sebesar 0,02 persen.

Data BPS menunjukkan komoditas penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah bensin, tarif angkutan udara, bawang merah, bawang putih, dan beras.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Pertamax pada 10 Juni 2026 dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjelaskan penyesuaian tersebut dilakukan mengikuti perkembangan pasar energi global.

“Penyesuaian pada harga BBM non-subsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Seluruh provinsi mengalami inflasi

BPS juga mencatat inflasi bulanan terjadi di seluruh provinsi Indonesia pada Juni 2026. Inflasi bulanan tertinggi terjadi di Maluku Utara sebesar 2,45 persen, sedangkan yang terendah berada di Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah yang mencatat inflasi 0,23 persen.

Secara tahunan, seluruh provinsi pun mengalami inflasi. Papua Pegunungan menjadi provinsi dengan inflasi tertinggi sebesar 7,84 persen, sementara Sulawesi Barat mencatat inflasi tahunan terendah sebesar 2,29 persen.

Pada tingkat kabupaten/kota, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kabupaten Jayawijaya sebesar 7,84 persen. Sebaliknya, Kabupaten Majene mencatat inflasi terendah sebesar 1,70 persen.

Data BPS menunjukkan inflasi tahunan Indonesia sempat mencapai 4,76 persen pada Februari 2026, kemudian melandai menjadi 2,42 persen pada April sebelum kembali meningkat menjadi 3,08 persen pada Mei dan 3,34 persen pada Juni.

FAQ seputar inflasi Juni tembus 3,34 persen

Berapa inflasi Indonesia pada Juni 2026?

Inflasi Juni 2026 tercatat 0,44 persen secara bulanan, 1,79 persen secara tahun kalender, dan 3,34 persen secara tahunan.

Apa penyumbang terbesar inflasi tahunan Juni 2026?

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan andil 1,36 persen.

Komoditas apa yang paling mendorong inflasi bulanan?

Bensin menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar dengan andil 0,21 persen.

Provinsi mana yang mencatat inflasi tertinggi?

Papua Pegunungan mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 7,84 persen.

Curated For You

Editorial Team

Related Article