Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor terbesar terhadap inflasi tahunan. Kelompok ini mengalami inflasi 4,67 persen dengan andil sebesar 1,36 persen.
"Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau terutama ikan segar, beras, minyak goreng, cabai merah, daging ayam ras, cabai rawit, sigaret kretek mesin, dan bawang merah,” ujar Ateng dalam konferensi pers, dikutip Rabu (1/7).
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatat inflasi cukup tinggi, yakni 10,10 persen dengan andil 0,69 persen terhadap inflasi tahunan.
"Inflasi pada kelompok ini terutama terjadi pada komoditas emas dan perhiasan,” jelas Ateng.
Sementara itu, kelompok transportasi mengalami inflasi tahunan sebesar 4,57 persen dengan kontribusi 0,55 persen. Komoditas yang mendorong kenaikan harga pada kelompok ini meliputi bensin, tarif angkutan udara, mobil, sepeda motor, dan pelumas atau oli mesin.
Berdasarkan infografis BPS, penyumbang terbesar inflasi tahunan berasal dari emas perhiasan dengan andil 0,61 persen, diikuti bensin 0,25 persen, ikan segar 0,23 persen, beras 0,16 persen, dan tarif angkutan udara sebesar 0,15 persen.