Jakarta, FORTUNE - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyesalkan penundaan peluncuran program insentif kendaraan listrik, yang semula dijadwalkan bergulir pada Juni 2026 kini diundur hingga Juli 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya, Agusman, mengatakan insentif menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong minat masyarakat membeli kendaraan listrik melalui skema pembiayaan.
"Penundaan peluncuran insentif berpotensi memengaruhi akselerasi permintaan pembiayaan kendaraan listrik," ujarnya dalam jawaban tertulis, Rabu (10/6).
Per April 2026, penyaluran pembiayaan kendaraan listrik oleh industri multifinance mencapai Rp23,39 triliun atau tumbuh 32,05 persen secara tahunan. Menurut Agusman, capaian tersebut lebih menunjukkan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik masih terjaga di tengah berbagai dinamika ekonomi.
Pertumbuhan pembiayaan juga didukung oleh pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang semakin luas serta efisiensi biaya operasional yang ditawarkan dibandingkan kendaraan konvensional.
Meskipun tetap menunjukkan pertumbuhan, Agusman mengingatkan penundaan insentif dan dinamika perekonomian dapat memengaruhi permintaan pembiayaan kendaraan listrik. Menurutnya dengan adanya insentif, laju permintaan akan lebih tinggi.
Ke depan, OJK masih optimistis pembiayaan kendaraan listrik tetap tumbuh, terdorong oleh penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional, kebijakan pemerintah dalam mendorong transisi energi, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
Secara keseluruhan, hingga April 2026, piutang pembiayaan industri multifinance nasional mencapai Rp514,65 triliun. Tiga sektor ekonomi dengan penyaluran pembiayaan terbesar di industri multifinance yaitu sektor perdagangan besar dan eceran sebesar Rp90,69 triliun atau 16,67 persen dari total piutang pembiayaan, diikuti aktivitas penyewaan sebesar Rp57,76 triliun atau mencakup 10,61 persen, serta industri pengolahan sebesar Rp53,70 triliun atau memakan porsi 9,87 persen..
