Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Investor Pasar Modal RI Tembus 28,1 juta, 54% Didominasi Gen Z & Alpha
ilustrasi investor saham pemula (unsplash.com/joshua mayo)
  • OJK mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 28,1 juta hingga Mei 2026, dengan lebih dari 54% berasal dari Gen Z dan Gen Alpha.
  • Hasan Fawzi menegaskan pentingnya pemahaman investasi yang benar, termasuk investasi syariah yang telah mendapat legitimasi DSN-MUI, serta mengingatkan agar tidak berinvestasi secara impulsif.
  • OJK mendorong literasi dan inklusi pasar modal melalui kegiatan di kampus seperti Universitas Darussalam Gontor untuk memperluas basis investor muda dan meningkatkan pemahaman tentang Bursa Karbon.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta,FORTUNE Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga pertengahan Mei 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai sekitar 28,1 juta investor. Dari jumlah tersebut, lebih dari 54 persen di antaranya merupakan investor berusia di bawah 30 tahun atau Gen Z & Gen Alpha. 

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, menegaskan bahwa meningkatnya jumlah investor harus diiringi dengan pemahaman yang memadai mengenai investasi termasuk yang berbasis syariah.

“Satu hal yang sangat penting yaitu investasi saham bukanlah berupa praktik perjudian. Saham merupakan instrumen investasi yang sah, dan dalam konteks syariah juga telah memperoleh legitimasi yang kuat melalui berbagai fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI),”kata Hasan melalui keterangan resmi di Jakarta, Jumat (3/6).

Lebih lanjut Hasan menambahkan, jumlah investor pasar modal di Provinsi Jawa Timur telah mencapai sekitar 3,1 juta investor dan menjadi provinsi dengan jumlah investor terbesar ketiga di Indonesia setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Sebagai wujud nyata komitmen dalam memperluas inklusi pasar modal di kalangan generasi muda, pada kesempatan tersebut, Hasan mengapresiasi pembukaan rekening efek yang dilakukan di Universitas Darussalam Gontor. Hal ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mulai berinvestasi secara legal, bertahap, dan sesuai prinsip syariah sekaligus mendukung perluasan basis investor domestik.

Hasan juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terburu-buru berinvestasi hanya karena mengikuti tren, melainkan terlebih dahulu memahami risiko setiap instrumen investasi. "Teruslah belajar dan memahami risiko di balik setiap keputusan investasi yang diambil, dan yang paling mudah, selalu ingat prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis," kata Hasan.

Melalui kegiatan serupa, OJK berharap dapat mengoptimalkan literasi dan inklusi pasar modal dalam rangka mendorong jumlah investor domestik di berbagai kalangan dan meningkatkan pemahaman mengenai Bursa Karbon. Sementara itu, Rektor Universitas Darussalam Gontor Hamid Fahmy Zarkasyi menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kuliah umum tersebut karena dinilai memberikan bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi perkembangan sektor keuangan yang semakin dinamis.

Curated For You

Editorial Team

Related Article