Jakarta, FORTUNE – Bank Mandiri membukukan pertumbuhan kredit 15,7 persen (YoY) menjadi Rp1.513,1 triliun pada akhir Februari 2026 atau awal bulan suci Ramadan seiring dengan meningkatnya konsumsi dan transaksi nasabah menjelang hari raya Idulfitri.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengatakan kondisi tersebut turut mengungkit kinerja perseroan, sejalan dengan makin aktifnya transaksi nasabah pada berbagai kanal digital Bank Mandiri.
“Seiring dengan meningkatnya aktivitas transaksi digital masyarakat melalui Livin’ by Mandiri, turut mendorong pertumbuhan pendapatan berbasis komisi,” ujar Novita, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (10/3).
Novita menambahkan, meningkatnya penggunaan transaksi pembayaran di berbagai merchant dan pelaku usaha, termasuk UMKM, juga turut memperkuat peran layanan digital Bank Mandiri dalam mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat serta memperluas akses transaksi yang lebih praktis, cepat, dan inklusif.
Sejalan dengan meningkatnya transaksi digital, Bank Mandiri juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan berbasis komisi (fee-based income) yang berasal dari berbagai layanan pembayaran, transfer, serta transaksi digital lainnya.
Hal ini tecermin pada pertumbuhan pendapatan berbasis komisi dari berbagai platform digital Bank Mandiri, termasuk Livin' by Mandiri sebesar Rp625 miliar yang meningkat 45,3 persen secara tahunan. Sedangkan, platform wholesale Kopra by Mandiri sebesar Rp421 miliar yang tumbuh 29,3 persen (YoY).
Di sisi lain, kinerja intermediasi Bank Mandiri juga tetap terjaga yang tecermin dari pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) sebesar Rp13,7 triliun, tumbuh 9,16 persen (YoY). Dengan pencapaian itu, bank dengan kode saham BMRI ini mampu membukukan laba bersih senilai Rp8,9 triliun atau tumbuh 16,7 persen (YoY).
