Jakarta, FORTUNE – PT Asuransi Tri Pakarta (Tripa) membukukan laba bersih setelah pajak Rp80,42 miliar per September 2026, melampaui target tahunan sebesar Rp78,94 miliar seiring peluncuran layanan asisten virtual ASTRI.
Pencapaian laba Tripa tersebut tumbuh 66,92 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp48,18 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Rasio pencapaian laba ini menyentuh 101,87 persen dari target sepanjang 2026.
Direktur Utama Tripa, G.C. Koen Yulianto, menyatakan perolehan tersebut ditopang oleh pendapatan jasa asuransi sebesar Rp1,33 triliun. Angka ini meningkat 13,71 persen dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,17 triliun.
Dari sisi solvabilitas, Tripa membukukan Risk Based Capital (RBC) 162,57 persen pada September 2026. Posisi permodalan ini naik 29,38 poin persentase dari 133,19 persen pada tahun sebelumnya, guna memastikan pemenuhan kewajiban kepada pemegang polis.
Pencapaian Tripa terjadi di tengah tekanan industri. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pendapatan premi industri asuransi umum dan reasuransi terkontraksi 3,04 persen (YoY) menjadi Rp88,36 triliun per Juli 2026.
Sejalan dengan pertumbuhan kinerja, Tripa melakukan transformasi digital dengan merilis Asisten Virtual Tripa (ASTRI) bertepatan dengan Bulan Inklusi Keuangan.
“Melalui ASTRI, kami ingin menghadirkan wajah layanan yang lebih dekat, komunikatif, dan mudah dikenali, sekaligus memperkuat integrasi berbagai kanal komunikasi agar kebutuhan pelanggan dapat dilayani secara lebih efektif,” ujar Koen melalui keterangan resmi yang dikutip Kamis (22/10).
Koen menambahkan, kombinasi pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, dan solvabilitas menjadi fondasi Tripa dalam mempertahankan bisnis, mengembangkan inovasi, serta melayani nasabah di tengah penerapan PSAK 117.
