Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Laba BCA Naik 3,8 Persen jadi Rp14,7 Triliun pada Kuartal I-2026
Menara BCA (Shutterstock/MRNPic)
  • Kenaikan terjadi berkat dorongan momentum Ramadan, Idulfitri, dan antusiasme BCA Expoversary 2026.

  • Penyaluran kredit mencapai Rp760,2 triliun atau tumbuh 7,8 persen dalam setahun.

  • Dana Pihak Ketiga tumbuh 8,3 persen menjadi Rp1.292,4 triliun dengan dominasi CASA 85,2 persen.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengawali 2026 dengan torehan kinerja positif. Bank swasta terbesar di Tanah Air ini membukukan laba bersih senilai Rp14,7 triliun pada kuartal I-2026. Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 3,8 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Laju pertumbuhan ini ditopang oleh derasnya penyaluran kredit dan penghimpunan dana masyarakat. Momentum hari besar keagamaan serta perhelatan promo besar-besaran menjadi pemicu utama gairah perbankan pada awal tahun.

“Mengawali 2026, kinerja BCA dipengaruhi momentum Ramadan dan Idulfitri yang mendukung kinerja kredit. Tak hanya itu, BCA Expoversary 2026 yang dilaksanakan sejak Februari 2026 juga mendapatkan antusiasme tinggi dari nasabah dan masyarakat,” ungkap Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, dalam paparan kinerja di Jakarta, Kamis (23/4).

Hingga akhir Maret 2026, total penyaluran kredit BCA menembus Rp760,2 triliun atau naik 7,8 persen (YoY). Sektor produktif menjadi motor utama pertumbuhan. Secara khusus, kredit ke sektor UMKM melonjak 12 persen (YoY) dengan nilai outstanding mencapai Rp146 triliun.

Kendati ekspansif, BCA tetap memegang teguh prinsip kehati-hatian. Manajemen risiko yang disiplin membuat rasio non performing loan (NPL) terjaga pada level 1,8 persen, sementara loan at risk (LAR) berada pada posisi 5,1 persen. Guna mengantisipasi ketidakpastian, perseroan menyediakan pencadangan yang solid, dengan rasio NPL mencapai 174,6 persen dan LAR sebesar 69,7 persen.

Dari sisi pendanaan, posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 8,3 persen (YoY) menjadi Rp1.292,4 triliun. Dana murah (Current Account Savings Account/CASA) masih mendominasi pundi-pundi pendanaan perseroan. Saldo giro dan tabungan tersebut mencapai Rp1.089 triliun, tumbuh 11,2 persen (YoY) dan menyumbang 85,2 persen terhadap total DPK.

Pencapaian CASA ini tidak terlepas dari upaya BCA mempercanggih wahana perbankan transaksi. Melalui aplikasi myBCA, perseroan meluncurkan inovasi “Layanan Cabang”. Fitur ini memberikan kemudahan bagi nasabah untuk melakukan pemesanan banknotes dan transaksi kantor cabang lainnya secara digital.

Editorial Team