Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Laba Bersih Konsolidasi Bank Mandiri Tembus Rp45,5 Triliun pada Kuartal III-2026
Jajaran Direksi Bank Mandiri pada acara Public Expose Kinerja kuartal III-2026/Dok Bank Mandiri
  • Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi Rp45,5 triliun pada kuartal III-2026, naik 20,7 persen secara tahunan, didorong ekspansi kredit, transaksi digital, dan produktivitas.
  • Kredit bank only mencapai Rp1.605,8 triliun atau tumbuh 16 persen, sementara pendapatan bunga bersih naik menjadi Rp61,2 triliun dan pendapatan nonbunga mencapai Rp29,4 triliun.
  • DPK tumbuh 17,7 persen menjadi Rp1.750,2 triliun; Livin’ mencatat 42,6 juta pengguna, sedangkan rasio NPL turun menjadi 0,98 persen dan aset mencapai Rp2.404,1 triliun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membukukan laba bersih konsolidasi Rp45,5 triliun pada kuartal III-2026. Pencapaian ini tumbuh 20,7 persen secara tahunan (Year on Year/YoY) melalui penopang ekspansi kredit ekosistem, peningkatan transaksi digital, serta perbaikan produktivitas.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, dalam paparan kinerja di Jakarta, Jumat (23/10), mengemukakan perseroan turut melakukan ekspansi pada bisnis bullion.

"Sejalan dengan pertumbuhan bisnis, Bank Mandiri juga mengembangkan bisnis bullion dengan dukungan penghimpunan dana, pengelolaan risiko, dan kualitas aset yang terus dijaga untuk menopang pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan," kata Novita.

Penyaluran kredit secara bank only menyentuh Rp1.605,8 triliun per September 2026, mencatatkan pertumbuhan 16 persen (YoY).

Kinerja intermediasi ini mendongkrak pendapatan bunga bersih 6,2 persen (YoY) menjadi Rp61,2 triliun, sementara pendapatan nonbunga naik 13,8 persen (YoY) menjadi Rp29,4 triliun. Adapun pendapatan bunga mencapai Rp97,3 triliun dengan pertumbuhan 7,08 persen (YoY).

Total pendapatan bank only perseroan mencapai Rp90,6 triliun, tumbuh 8,54 persen (YoY). Peningkatan pendapatan ini terjadi bersamaan dengan penurunan biaya operasional 9,03 persen (YoY) menjadi Rp32,7 triliun.

“Pendapatan kami terus tumbuh seiring pertumbuhan kredit dan meningkatnya transaksi nasabah. Kami melihat fee-based income menjadi penopang penting untuk menjaga pertumbuhan laba," ujar Novita.

Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) bruto bank only berada pada posisi 0,98 persen per September 2026, turun dari level 1,03 persen pada periode sama tahun sebelumnya. Profil risiko portofolio ini diiringi NPL coverage ratio bank only sebesar 243 persen dan cost of credit 0,55 persen.

Dari sisi pendanaan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.750,2 triliun dengan pertumbuhan 17,7 persen (YoY). Pertumbuhan DPK ini beririsan dengan pemanfaatan layanan Livin’ by Mandiri yang mencatatkan 42,6 juta pengguna terdaftar per September 2026.

Sepanjang Januari–September 2026, aplikasi ini memfasilitasi 4,18 miliar transaksi senilai Rp3.863 triliun, dengan pertumbuhan volume 22 persen dan nilai 20 persen (YoY).

Perseroan mencatatkan Cost to Income Ratio (CIR) bank only 36,1 persen, turun dari 43 persen pada tahun sebelumnya. Indikator profitabilitas Return on Equity (ROE) tercatat 23,6 persen dengan Return on Assets (ROA) 2,99 persen.

Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) bank only perseroan mencapai 18,4 persen per September 2026. Rangkaian kinerja pendanaan dan penyaluran kredit ini bermuara pada total aset perseroan senilai Rp2.404,1 triliun per akhir kuartal III-2026, mencatatkan pertumbuhan 20,1 persen (YoY).

Curated For You

Editorial Team

Related Article