Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
LPS Catat Indeks Menabung Konsumen Naik Jadi 79,4 pada Agustus 2026
Hasil Survei Konsumen dan Perekonomian (SKP) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, Indeks Menabung Konsumen (IMK) pada Agustus 2026 tercatat menguat 1,6 poin secara bulanan menjadi 79,4. (dok. LPS)
  • Indeks Menabung Konsumen LPS naik 1,6 poin menjadi 79,4 pada Agustus 2026, didorong kemauan menabung yang menguat di tengah meredanya tekanan harga pangan dan BBM.
  • Indeks Kemampuan Menabung turun tipis menjadi 71,8, seiring proporsi responden yang tidak pernah menabung naik menjadi 38,1 persen; penguatan IMK terbesar terjadi pada rumah tangga berpendapatan hingga Rp1,5 juta.
  • Indeks Kepercayaan Konsumen turun 0,4 poin menjadi 83,8 akibat pelemahan penilaian kondisi saat ini, meski ekspektasi ekonomi dan pendapatan membaik serta penurunan harga BBM menahan pelemahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    LPS mencatat Indeks Menabung Konsumen Agustus 2026 naik 1,6 poin secara bulanan menjadi 79,4. Indeks Kepercayaan Konsumen turun 0,4 poin menjadi 83,8.
  • Who?
    Lembaga Penjamin Simpanan mencatat hasil Survei Konsumen dan Perekonomian, yang melibatkan responden dari berbagai kelompok pendapatan rumah tangga.
  • Where?
    Pencatatan dilakukan LPS dalam survei konsumen dan perekonomian di Indonesia; sejumlah wilayah pertanian juga dilaporkan mengalami gagal panen akibat kekeringan.
  • When?
    Data tercatat pada Agustus 2026, dengan perbandingan terhadap hasil survei pada Juli 2026 dan penilaian responden untuk tiga bulan mendatang.
  • Why?
    Kemauan menabung meningkat seiring meredanya tekanan harga pangan dan BBM. Kepercayaan konsumen tertekan kenaikan harga bahan pokok, keterbatasan lapangan kerja, serta gangguan pertanian akibat kekeringan.
  • How?
    IMK menguat melalui kenaikan IKMM 3,4 poin menjadi 86,9, meski IKPM turun 0,2 poin menjadi 71,8. Persentase responden yang tidak pernah menabung naik menjadi 38,1 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Indeks Menabung Konsumen (IMK) pada Agustus 2026 tercatat menguat 1,6 poin secara bulanan menjadi 79,4. Berdasarkan hasil Survei Konsumen dan Perekonomian (SKP) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), penguatan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya kemauan konsumen untuk menabung di tengah meredanya tekanan harga pangan dan bahan bakar minyak (BBM).

Indeks Kemauan Menabung (IKMM) naik 3,4 poin menjadi 86,9. Sementara itu, Indeks Kemampuan Menabung (IKPM) mengalami sedikit penurunan sebesar 0,2 poin ke level 71,8.

Penguatan IKMM tercermin dari peningkatan persentase responden yang menilai saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menabung. Angkanya naik dari 23,2 persen pada Juli 2026 menjadi 24,7 persen pada Agustus 2026.

Pada periode yang sama, persentase responden yang menilai tiga bulan mendatang sebagai waktu yang tepat untuk menabung juga meningkat, dari 28,5 persen menjadi 31,8 persen.

Sebaliknya, penurunan IKPM tercermin dari kenaikan persentase responden yang menyatakan tidak pernah menabung, dari 37,2 persen pada Juli 2026 menjadi 38,1 persen pada Agustus 2026. Sementara itu, porsi responden yang menilai jumlah yang ditabung lebih kecil dari yang direncanakan tetap sebesar 38,1 persen.

Berdasarkan kelompok pendapatan rumah tangga (RT), pergerakan IMK pada sebagian kelompok cenderung menguat pada Agustus 2026. Kenaikan terbesar terjadi pada kelompok RT berpendapatan hingga Rp1,5 juta per bulan, yakni sebesar 11,7 poin.

Kenaikan berikutnya terjadi pada kelompok RT berpendapatan di atas Rp3 juta hingga Rp7 juta per bulan, yang meningkat 9,7 poin. Sebaliknya, IMK kelompok RT berpendapatan di atas Rp7 juta per bulan dan kelompok berpendapatan Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per bulan masing-masing turun 8,9 poin dan 7,4 poin.

Meski mengalami penurunan, IMK kelompok RT berpendapatan di atas Rp7 juta per bulan masih berada di atas level 100 pada Agustus 2026. Kondisi tersebut menunjukkan kemampuan dan kemauan menabung kelompok tersebut masih terjaga.

Ekspektasi Konsumen terhadap Perekonomian Membaik

Hasil Survei Konsumen dan Perekonomian (SKP) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, Indeks Menabung Konsumen (IMK) pada Agustus 2026 tercatat menguat 1,6 poin secara bulanan menjadi 79,4. (dok. LPS)

Di tengah penguatan IMK, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada Agustus 2026 justru turun 0,4 poin menjadi 83,8 dari 84,2 pada Juli 2026.

Pelemahan terutama berasal dari Indeks Situasi Saat Ini (ISSI) yang turun 2,5 poin menjadi 61,5. Sebaliknya, Indeks Ekspektasi (IE) menguat 1,1 poin menjadi 100,5.

Perkembangan tersebut mengindikasikan persepsi konsumen terhadap kondisi perekonomian saat ini mengalami pelemahan, terutama terkait kondisi ekonomi lokal dan ketersediaan lapangan kerja. Namun, ekspektasi terhadap prospek ekonomi dan pendapatan pada masa mendatang justru mengalami penguatan.

Penurunan IKK juga dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan pokok, terbatasnya lapangan kerja, serta tekanan terhadap sektor pertanian akibat kekeringan, gangguan produksi, gagal panen, dan penurunan harga jual hasil panen.

Musim kemarau dan kekeringan yang masih berlangsung pada Agustus 2026 menyebabkan gagal panen di sejumlah wilayah pertanian. Di sisi lain, penurunan harga BBM serta normalisasi pasokan yang meredakan kekhawatiran terhadap kelangkaan BBM turut menahan pelemahan kepercayaan konsumen.

Jika dilihat berdasarkan kelompok pendapatan RT, IKK pada sebagian kelompok mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Kelompok RT berpendapatan di atas Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per bulan mencatat penurunan terbesar sebesar 2,2 poin, diikuti kelompok RT berpendapatan di atas Rp7 juta per bulan yang turun 0,4 poin.

Sementara itu, IKK kelompok RT berpendapatan hingga Rp1,5 juta per bulan meningkat 3,4 poin dan kelompok berpendapatan Rp3 juta hingga Rp7 juta per bulan naik 0,7 poin.

Adapun IKK kelompok RT berpendapatan di atas Rp7 juta per bulan masih berada di atas level 100 pada Agustus 2026. Hal tersebut menunjukkan kelompok tersebut masih memiliki pandangan optimistis terhadap kondisi perekonomian. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article