Comscore Tracker
FINANCE

Ada Investor Baru ZA Tech, Bank Aladin Bakal Garap Asuransi Digital

Investor baru akan hadir lewat rights issue.

Ada Investor Baru ZA Tech, Bank Aladin Bakal Garap Asuransi DigitalIlustrasi Bank Aladin/Shuterstock Farzhan01

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – PT Bank Aladin Syariah Tbk bakal berekspansi ke layanan asuransi digital seiring dengan kedatangan investor strategis baru, ZA Tech Global Limited. Perusahaan penyedia teknologi asuransi (insurtech) asal Hong Kong tersebut didirikan oleh ZA International serta didukung oleh Vision Fund Softbank 1.

Menurut Presiden Direktur Bank Aladin, Dyota Marsudi, kerja sama perseroan dengan ZA Tech merupakan komitmen nyata untuk mendukung transformasi digital perusahaan asuransi dan mempercepat adopsi insurtech di dalam negeri.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin meningkatkan sinergi khususnya di sektor asuransi Indonesia,” kata Dyota dalam rilis resmi, dikutip Kamis (7/4).

Bank Aladin belakangan ini aktif membangun kemitraan dengan sejumlah perusahaan strategis. Sebelumnya, bank digital tersebut menggelar kerja sama layanan perbankan digital syariah dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, perusahaan pengelola jaringan supermarket Alfamart.  

Bank digital tersebut juga membangun kemitraan dengan Badan Pengelolan Keuangan Haji (BPKH) untuk digitalisasi layanan jemaah haji. Tak hanya itu, mereka juga berkolaborasi dengan Google Cloud Indonesia pada layanan cloud, scalable infrastructure, data analytics, dan machine learning.

Investor baru

Menurut Dyota, ZA Tech berkomitmen menjadi investor lewat proses hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/2), Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Aladin menyepakati peningkatan modal dasar perseroan menjadi Rp5 triliun dari sebelumnya Rp2,5 triliun. Sehubungan dengan itu, perseroan akan menerbitkan 50 miliar saham dengan nominal Rp100.

Berdasarkan laporan keuangan, aset Bank Aladin tahun lalu mencapai Rp2,17 triliun, atau meningkat 201,2 persen dari Rp721,39 miliar pada tahun sebelumnya. Bank digital ini membukukan rugi bersih Rp121,28 miliar. Nilai tersebut berbanding terbalik dari laba Rp44,87 miliar pada 2020.

Prospek asuransi digital

Pandemi COVID-19 dan kebijakan pemerintah yang mendukung ekonomi digital telah mengubah pelbagai lanskap industri, termasuk asuransi, kata Dyota. Perubahan ini telah menghasilkan lebih banyak solusi daring yang melampaui batasan geografis dan meningkatkan potensi insurtech

Young Yang, General Manager ZA Tech Asia Tenggara, mengatakan perseroan menyambut baik kolaborasi yang bakal memberikan pilihan bagi masyarakat untuk transaksi asuransi secara digital dan modern.

“Menjadi investor di Bank Aladin akan mendukung aspirasi ZA Tech untuk berbisnis di Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi mutakhir dan pengalaman dalam memberdayakan ekosistem asuransi digital, kami percaya bahwa investasi ini akan memfasilitasi Aladin Bank untuk mendemokratisasikan literasi keuangan, terutama untuk segmen underbanked,” ujarnya.

Saat ini, layanan ZA Tech telah menjangkau Jepang, Singapura, Thailand, dan pasar Asia lainnya. Tahun lalu, ZA Tech memperluas bisnis insurtech ke Eropa. Mereka juga telah bekerja sama dengan sejumlah perseroan, seperti AIA, Grab, dan OVO.

Related Articles