Jakarta, FORTUNE – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) memperluas kendali di bisnis asuransi melalui pengambilalihan saham PT Asuransi Etiqa International Indonesia (AEII). Bank tersebut membeli 51 persen saham AEII dari Etiqa International Holdings Sdn Bhd dengan nilai transaksi Rp21,59 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (31/8), saham yang diambil alih terdiri atas 191.250.000 saham kelas A dan 790.138.247 saham kelas B AEII.
Langkah tersebut merupakan bagian dari penyesuaian struktur usaha Maybank Indonesia terhadap Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 30 Tahun 2024 mengenai Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.
Pengambilalihan AEII sekaligus menjadi bagian dari pembentukan Konglomerasi Keuangan Maybank Group. Dalam struktur tersebut, Maybank Indonesia ditetapkan sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan Operasional, sementara AEII akan menjadi salah satu entitas anggota.
Setelah transaksi rampung, Maybank Indonesia secara langsung menguasai 51 persen saham AEII dan menjadi Pemegang Saham Pengendali perusahaan asuransi tersebut.
Persetujuan regulator atas aksi korporasi ini telah diperoleh sebelumnya. OJK memberikan lampu hijau melalui Surat Nomor S-114/PB.33/2026 tertanggal 18 Mei 2026 mengenai rencana penyertaan modal Maybank Indonesia pada AEII.
Selain itu, OJK menerbitkan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-414/PD.02/2026 pada 13 Agustus 2026. Keputusan tersebut memuat hasil penilaian kemampuan dan kepatutan Maybank Indonesia sebagai calon pengendali yang akan menjadi pemegang saham AEII.
Dari sisi korporasi, transaksi juga telah mendapat persetujuan dari pemegang saham Maybank Indonesia dan pemegang saham AEII.
Untuk mendanai aksi tersebut, Maybank Indonesia tidak menggunakan tambahan utang. Dana transaksi berasal dari realokasi aset likuid berkualitas tinggi atau High Quality Liquid Assets (HQLA) ke instrumen investasi berupa saham.
Sebagai informasi, bisnis Etiqa di Indonesia berawal dari akuisisi PT Asuransi Asoka Mas pada 2017, yang kemudian bertransformasi menjadi PT Asuransi Etiqa International Indonesia. Perusahaan menyediakan berbagai produk asuransi umum, termasuk perlindungan kendaraan, properti, perjalanan, dan kecelakaan diri.
Dengan pengambilalihan tersebut, Maybank Indonesia kini memiliki posisi yang lebih terintegrasi antara bisnis perbankan dan asuransi dalam satu struktur konglomerasi. Konsolidasi ini sekaligus memperkuat peran perseroan sebagai perusahaan induk operasional dalam ekosistem keuangan Maybank Group di Indonesia.