Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Meski Tren BI-Rate Naik, Danamon Tetap Optimistis dengan Pertumbuhan Kreditnya
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Danamon”) akan memasuki usia ke-70 pada 16 Juli 2026 mendatang. (Dok. Danamon).
  • Bank Danamon tetap optimis menargetkan pertumbuhan kredit 10–15% hingga akhir 2026 meski tren suku bunga BI naik dan kondisi geopolitik sempat mengganggu proyeksi.
  • Strategi utama Danamon mencakup peningkatan transaksi digital, penguatan dana murah, serta dorongan pendapatan berbasis biaya untuk menjaga daya saing lending rate.
  • Hingga pertengahan 2026, kredit Danamon tumbuh 10% menjadi Rp219 triliun dan dana naik 16% ke Rp175 triliun di tengah kebijakan moneter BI yang lebih ketat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) memandang positif pertumbuhan kreditnya. Di tengah tren kenaikan suku bunga acuan BI Rate, bank tersebut mematok target 15 persen pada akhir 2026.

Consumer Funding & Wealth Business Head Danamon, Ivan Jaya, menyatakan target ini telah tertuang dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) perusahaan dan mengalami sedikit revisi dibandingkan dengan proyeksi pada awal 2026. Ia tak memungkiri bahwa kondisi geopolitik di Timur Tengah sempat mengganggu proyeksi pertumbuhan kredit bank.  

“Pertumbuhan kredit tetap kami targetkan low double digit, antara 10 sampai 15 persen. Sedangkan pertumbuhan dana juga mengikuti,” kata Ivan saat ditemui di sela-sela media gathering di Jakarta, Selasa (14/7).

Untuk meraih target itu, pihaknya mengaku menerapkan strategi peningkatan volume transaksi melalui berbagai kanal digital dan memperkuat dana murah (low-cost fund) di tengah ketidakpastian pasar global. Dengan demikian, bank dengan kode saham BDMN ini dapat menyalurkan lending rate  yang lebih kompetitif bagi masyarakat.

“Kami justru mencoba untuk menaikkan pendapatan dari fee-based, ya,” kata Ivan.

Menurutnya, lini bisnis transaksi valuta asing (forex) juga masih naik 35 persen (YoY), sementara bisnis bancassurance menanjak hampir 30 persen (YoY).

Produk investasi lain seperti reksa dana dan obligasi juga mencatatkan pertumbuhan dua digit meskipun kondisi pasar keuangan berfluktuasi.

Ivan menyatakan, pertumbuhan kredit dan pendanaan di Danamon masih menunjukkan pertumbuhan positif secara tahunan hingga pertengahan 2026. Ia mengungkapkan pertumbuhan kredit Danamon kini mencapai 10 persen (YoY) pada Rp219 triliun, dan pertumbuhan dana atau funding naik 16 persen (YoY) sekitar Rp175 triliun.

Sebagai konteks, Bank Indonesia (BI) telah mengerek suku bunga acuan sebesar 100 basis poin (bps) sekaligus dalam dua bulan terakhir menjadi 5,75 persen. Kebijakan moneter yang cenderung agresif ini ditempuh guna memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Curated For You

Editorial Team

Related Article