Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Pacu Bisnis Konsumer, Permata Bank Jajaki Pengembangan Paylater

Ilustrasi layanan digital perbankan PermataBank. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Ilustrasi layanan digital perbankan PermataBank. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Intinya sih...
  • Permata Bank menjajaki pengembangan produk skema buy now pay later atau paylater dalam platform miliknya untuk memenuhi kebutuhan nasabah.
  • Perusahaan membidik pertumbuhan kredit konsumer sebesar 10% pada tahun 2026, di tengah tren bunga acuan yang cenderung menurun.
  • Hingga kuartal III-2025, Permata Bank mencatatkan kenaikan penyaluran kredit 5,4 persen secara tahunan menjadi Rp158,9 triliun dengan kualitas kredit yang masih terjaga.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – PT Bank Permata Tbk. (Permata Bank) menjajaki pengembangan produk skema buy now pay later atau paylater dalam platform miliknya. Hal ini tentu sejalan dengan pemenuhan kebutuhan nasabah.

"Sedang kami assess, jadi yang paylater termasuk juga dari kebijakan terbaru dari regulator itu kami sedang melakukan assessment untuk paylater," kata Division Head Consumer Lending Permata Bank, Haryanto saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (14/1).

Seperti diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memang telah mendorong industri perbankan untuk masuk dalam skema paylater. Ia berharap berbagai inisiatif ini akan turut mendorong kinerja kredit konsumer perusahaan dengan kode saham BNLI.

Permata Bank bidik pertumbuhan kredit konsumer 10% di 2026

PermataBank - JCB Luncurkan PermataUltimate Card
PermataBank - JCB Luncurkan PermataUltimate Card

Haryanto menambahkan, perusahaan membidik pertumbuhan kredit konsumer di kisaran 10 persen pada 2026. Target ini dirasa masih realistis di tengah tren bunga acuan yang cenderung menurun.

“Kami menilai bahwa kredit konsumer tahun ini seharusnya lebih baik dari tahun lalu secara umumnya,” kata Haryanto.

Sebelumnya, hingga kuartal III-2025 Permata Bank mencatatkan kenaikan penyaluran kredit 5,4 persen secara tahunan menjadi Rp158,9 triliun. Di segmen korporasi, kredit yang disalurkan mencapai Rp93,9 triliun atau naik 8,2 persen (YoY). Sementara itu segmen komersial tumbuh 10,4 persen menjadi Rp20,9 triliun.

Sejalan dengan itu, kualitas kredit juga masih terjaga dengan NPL gross dan Loan at Risk (LAR) masing-masing pada level 2,1 persen dan 7,0 persen, dibandingkan dengan 2,1 persen dan 8,0 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Finance

See More

Pacu Bisnis Konsumer, Permata Bank Jajaki Pengembangan Paylater

14 Jan 2026, 18:49 WIBFinance