Jakarta, FORTUNE - HSBC Indonesia terus berupaya memperkuat penyaluran kredit melalui peluncuran layanan solusi trade finance HSBC TradeCash. Layanan ini memungkinkan nasabah mencairkan modal kerja dengan mengunggah faktur penjualan (invoice).
Delia Melissa, Country Head Global Trade Solutions HSBC Indonesia mengatakan gejolak geopolitik berdampak hingga aktivitas perdagangan lokal, terutama yang aktivitas dagangnya mencakup ekspor-impor. Ini karena perang tarif turut mendorong kenaikan harga barang serta keterlambatan pengiriman, memperbesar kebutuhan terhadap solusi modal kerja.
Berdasarkan survei terbaru HSBC terhadap 3.000 pebisnis dan investor, 88 persen responden menyusun ulang alokasi modal sebagai respons terhadap volatilitas yang meningkat. Sementara 89 persen responden secara aktif memperbesar penempatan modal di pasar dengan pertumbuhan tinggi.
"Di tengah volatilitas yang meningkat, siklus pembayaran panjang, dan kenaikan biaya operasional, akses terhadap modal kerja kini telah menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga likuiditas dan pertumbuhan," jelas Melissa dalam siaran pers, Kamis (25/6).
Dalam kondisi ini, HSBC menghadirkan solusi melalui layanan HSBC TradeCash, guna menjembatani kesenjangan arus kas, mengurangi beban administrasi dan mendukung pertumbuhan bisnis. Skema ini memungkinkan bisnis memperoleh likuiditas lebih cepat dari siklus pembayaran yang umumnya mencapai 30 hari atau lebih.
"Nasabah yang memenuhi kriteria dapat menerima modal kerja dalam hitungan menit setelah seluruh informasi yang diperlukan telah disampaikan dan disetujui, tanpa perlu menyertakan dokumen perdagangan konvensional," ujarnya.
Skema ini dirancang untuk membantu nasabah memaksimalkan kas yang tertahan dalam piutang, melalui proses digital yang cepat dan meminimalisir beban administratif.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, total kredit yang diberikan (bruto) sepanjang 2025 senilai Rp63,5 triliun atau meningkat 4,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun untuk kredit modal kerja tersalurkan sebanyak Rp43,9 triliun atau mencakup 69,08 persen dari total kredit yang HSBC salurkan.
