Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Penetrasi Digital Pacu Kinerja Wealth Management OCBC
Ilustrasi OCBC Tower/Dok OCBC
  • OCBC mencatat lonjakan signifikan pada layanan wealth management digital, dengan porsi transaksi naik dari 30% di 2024 menjadi 44% di akhir 2025 dan AUM menembus Rp120 triliun.
  • Pertumbuhan investasi digital didorong oleh generasi muda yang makin aktif, tercermin dari data KSEI bahwa 54% investor pasar modal berusia di bawah 30 tahun.
  • OCBC terus memperluas fitur digital seperti onboarding online, analisis risiko otomatis, dan transaksi real-time, mendorong kenaikan pengguna aktif individu dan korporasi hingga kuartal I-2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Transformasi digital yang dijalankan OCBC menunjukkan kemajuan nyata dalam menjadikan layanan wealth management lebih inklusif dan relevan bagi generasi muda. Lonjakan transaksi digital, pertumbuhan dana kelolaan, serta meningkatnya partisipasi investor muda mencerminkan keberhasilan bank memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan pengalaman investasi yang praktis, personal, dan mudah diakses oleh berbagai segmen nasabah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) memacu laju digitalisasi pada layanan wealth management mereka, dan membuahkan hasil manis. Perseroan mencetak lonjakan volume transaksi dan pertumbuhan dana kelolaan signifikan hingga kuartal I-2026. Laju positif ini didorong oleh perubahan perilaku penanam modal generasi muda yang makin melek teknologi.

Rapor hijau tersebut tecermin pada porsi transaksi wealth melalui kanal digital OCBC. Angkanya naik dari 30 persen pada 2024 menjadi 44 persen pada akhir 2025. Setali tiga uang, nilai dana kelolaan atau assets under management (AUM) wealth management perseroan tumbuh dengan CAGR 29 persen selama periode 2022 hingga 2025. Total AUM menembus angka di atas Rp120 triliun pada pengujung 2025.

Tidak hanya itu, wahana investasi obligasi lewat platform digital juga kian diminati nasabah. Jumlah transaksi produk ini tumbuh 50 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Sementara itu, volume transaksinya melonjak 89 persen (YoY).

Direktur OCBC, Johannes Husin, menyatakan peta bisnis wealth management kini telah bergeser. Dulu, layanan ini identik dengan pertemuan tatap muka di kantor cabang serta diskusi panjang dengan relationship manager. Kini, proses tersebut bertransformasi menjadi lebih praktis dan relevan bagi generasi muda.

“OCBC melihat wealth management akan menjadi semakin digital, personal, dan inklusif. Teknologi memungkinkan kami menghadirkan layanan yang lebih mudah diakses, sementara pemanfaatan data membantu memberikan solusi yang lebih relevan bagi kebutuhan setiap nasabah. Tidak hanya nasabah affluent saja, tetapi untuk semua segmen,” kata Johannes melalui keterangan resmi yang dikutip Kamis (18/6).

Gairah investor muda ini diperkuat oleh data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Desember 2025. Lembaga tersebut menyatakan 54 persen dari demografi investor pasar modal saat ini berusia di bawah 30 tahun. OCBC menilai perubahan ke arah digital ini tidak sekadar mengubah cara nasabah bertransaksi. Fenomena tersebut juga mengubah cara mereka mengelola dan mengembangkan aset.

Memasuki kuartal I-2026, tren ekspansi digital ini terus berlanjut. OCBC membukukan pertumbuhan total nilai transaksi melalui e-channel hingga 15 persen (YoY). Pengguna aktif individu untuk internet banking dan OCBC Mobile terkerek 8 persen (YoY). Kemudian, pengguna aktif OCBC Business Mobile untuk segmen korporasi naik hingga 20 persen (YoY).

Kemudahan berinvestasi ini dihadirkan melalui fitur digital onboarding, analisis profil risiko secara digital, akses informasi pasar secara real-time, hingga transaksi investasi lewat mobile banking. Johannes menyebut layanan wealth management kini kian mudah dijangkau oleh masyarakat luas.

“Bagi kami, wealth management bukan hanya tentang menyediakan produk investasi, tetapi bagaimana kami dapat berjalan berdampingan dengan nasabah dalam setiap tahap perjalanan finansial mereka,” kata Johannes.

Editorial Team

Related Article