Jakarta, FORTUNE — Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengembangkan ETF emas sebagai alternatif instrumen investasi bagi investor. Produk ini memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga emas tanpa harus membeli dan menyimpan logam mulia secara langsung.
Berbeda dengan ETF emas, saham menawarkan potensi keuntungan dari kenaikan harga dan dividen. Di sisi lain, obligasi memberikan pendapatan berupa kupon.
Ketiga instrumen tersebut memiliki karakteristik, potensi keuntungan, dan risiko yang berbeda. Berikut perbandingan ETF emas, saham, dan obligasi yang perlu diketahui investor.
