Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perkuat Ekosistem Digital, Bank Mandiri Terapkan Cyber Resilience Framework
ilustrasi gedung Bank Mandiri (dok. Bank Mandiri)
  • Bank Mandiri menerapkan Cyber Resilience Framework untuk memperkuat tata kelola, perlindungan sistem, dan kesadaran keamanan informasi di seluruh organisasi.
  • Penerapan keamanan mencakup platform Livin' by Mandiri, Kopra by Mandiri, dan Livin' Merchant dengan fitur biometrik, autentikasi berlapis, serta kontrol akses transaksi.
  • Hingga Maret 2026, Livin' by Mandiri memiliki 39 juta pengguna dan Kopra by Mandiri 335 ribu pengguna dengan pertumbuhan transaksi sekitar 13 persen YoY.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menerapkan Cyber Resilience Framework untuk memperkuat tata kelola ekosistem digital. Penerapan tersebut mencakup penguatan aspek operasional, perlindungan sistem, serta penguatan tata kelola dan kesadaran keamanan informasi di seluruh tingkatan organisasi.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, mengatakan perkembangan layanan perbankan digital tidak hanya menghadirkan inovasi yang relevan, tetapi juga memastikan seluruh layanan didukung oleh tata kelola dan manajemen risiko yang kuat.

"Keandalan layanan merupakan fondasi utama industri perbankan. Karena itu, Bank Mandiri terus memperkuat tata kelola digital melalui pengelolaan risiko yang komprehensif, peningkatan kapabilitas keamanan siber, serta penguatan budaya kepatuhan di seluruh lini organisasi," ujar Adhika, dalam keterangan resminya, Selasa (21/7).

Adapun, penerapan keamanan tersebut dilakukan di sejumlah platform digital Bank Mandiri, seperti Livin' by Mandiri, Kopra by Mandiri, dan Livin' Merchant. Pada Livin' by Mandiri, perlindungan mencakup fitur login biometrik berbasis pengenalan wajah, smart protection untuk membatasi akses pada kondisi berisiko, serta card control yang memungkinkan nasabah mengatur PIN maupun memblokir kartu melalui aplikasi.

Sementara itu, Kopra by Mandiri menggunakan mekanisme otorisasi berlapis melalui autentikasi token berbasis QR untuk transaksi korporasi. Adapun Livin' Merchant dilengkapi metode verifikasi berupa kata sandi, pengenalan wajah, dan PIN untuk mendukung keamanan transaksi pelaku usaha.

Hingga akhir Maret 2026, Livin' by Mandiri mencatat sekitar 39 juta pengguna terdaftar atau tumbuh 27 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Frekuensi transaksinya mencapai 1,24 miliar atau meningkat 13 persen YoY. Sementara Kopra by Mandiri telah digunakan sekitar 335 ribu pengguna, naik 27 persen YoY, dengan 85 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM. Frekuensi transaksi melalui platform tersebut tercatat mencapai 395 juta transaksi atau meningkat 13 persen secara tahunan.

Curated For You

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article