Jakarta, FORTUNE – PT Prudential Life Assurance (Prudential) mengantongi pendapatan premi Rp12,2 triliun pada semester I-2026, melonjak 25 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp9,7 triliun.
Pertumbuhan yang ditopang rekor kinerja kanal bancassurance ini memperkuat raihan laba setelah pajak perusahaan asuransi asal Inggris tersebut hingga mencapai Rp800 miliar per Juni 2026.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan premi, Prudential membukukan total aset Rp58,9 triliun hingga akhir Juni 2026, dengan tingkat rasio solvabilitas (Risk Based Capital/RBC) yang terjaga pada level 580 persen.
Kinerja positif ini didorong oleh kontribusi signifikan kanal bancassurance yang mencatatkan rekor pendapatan Rp4,4 triliun. Nilai tersebut melesat 155 persen dalam setahun (YoY) dibandingkan dengan perolehan semester I tahun lalu yang sebesar Rp1,7 triliun.
Di tengah lonjakan pendapatan, Prudential menyalurkan pembayaran total klaim dan manfaat senilai Rp8,9 triliun—naik 26 persen (YoY)—kepada lebih dari 149.000 nasabah. Pembayaran tersebut mencakup klaim medis yang mencapai Rp3,3 triliun atau naik 15 persen dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya.
Chief Financial Officer Prudential Indonesia, Adit Trivedi, menyatakan tren ini mencerminkan permintaan nasabah yang berkelanjutan terhadap solusi perlindungan di tengah tantangan perekonomian global, lonjakan harga energi, serta volatilitas pasar keuangan.
“Di tengah meningkatnya biaya layanan kesehatan dan dinamika industri yang terus berkembang, kami tetap fokus menghadirkan solusi perlindungan yang relevan dan mudah diakses, serta terus berinvestasi dalam inovasi produk, kualitas layanan, dan pengalaman nasabah,” kata Adit melalui keterangan resmi di Jakarta, Jumat (11/9).
Pada jalur distribusi keagenan, Prudential membukukan kenaikan laba bisnis baru per agen aktif sebesar 5 persen yang diiringi penguatan margin. Guna menjaga laju pertumbuhan, perusahaan menyiapkan peluncuran lini produk baru pada kuartal ketiga 2026 sekaligus mengoptimalkan program PRUVenture untuk menggenjot produktivitas agen.
Selain itu, demi memitigasi efek fluktuasi nilai tukar rupiah, perusahaan menghadirkan produk berbasis mata uang dolar AS seperti PRUTreasure Dollar dan PRUFortune Dollar. Inovasi ini dirancang untuk memfasilitasi kebutuhan perencanaan keuangan jangka menengah hingga panjang, mulai dari diversifikasi portofolio aset hingga perencanaan pewarisan aset antargenerasi.
