Comscore Tracker
FINANCE

Aliran Modal Asing Keluar Rp21,46 triliun dari RI, Ini Perinciannya

BI perkirakan minggu kedua Maret inflasi 0,48%.

Aliran Modal Asing Keluar Rp21,46 triliun dari RI, Ini PerinciannyaIlustrasi Bank Indonesia/ Shutterstock Harismoyo

by Suheriadi

Jakarta, FORTUNE - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar senilai Rp21,46 triliun dari pasar keuangan domestik dalam tiga hari pada pekan kedua Maret 2021. 

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, mengatakan aliran modal tersebut keluar dari dua instrumen, yakni Surat Berharga Negara (SBN) dan pasar saham. 

"Terdiri dari jual neto di pasar SBN sebesar Rp10,87 triliun dan jual neto di pasar saham sebesar Rp10,60 triliun," jelas Erwin melalui keterangan resmi di Jakarta, Jumat (11/3). 

Secara tahunan, aliran modal asing keluar Rp20,80 triliun di SBN

Berdasarkan data settlement year-to-date hingga 9 Maret 2022, nonresiden jual neto atau keluar Rp20,80 triliun di pasar SBN. Meski demikian, aliran modal masih masuk atau beli neto senilai Rp28,30 triliun di pasar saham. 

Sementara itu, premi CDS Indonesia 5 tahun turun ke level 106,04 bps per 10 Maret 2022 dari 114,91 bps per 4 Maret 2022, sejalan meredanya sentimen risk off di pasar keuangan global. 

Pergerakan nilai tukar rupiah masih menguat

Dengan perkembangan tersebut, nilai tukar rupiah kemarin (10/3) ditutup menguat pada level (bid) Rp14.275/US$. Sedangkan untuk hari ini (11/3), nilai tukar dibuka menguat pada level (bid) Rp14.270 per dolar AS. 

Yield SBN 10 tahun masih stabil pada level 6,72 persen. Sementara untuk Yield UST (US Treasury) 10 tahun naik ke level 1,986 persen. 

BI perkirakan minggu kedua Maret inflasi 0,48 persen

Sementara itu, berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) pada minggu kedua Maret 2022, perkembangan harga tetap terkendali dan diperkirakan inflasi 0,48 persen (mtm). 

Dengan demikian, perkiraan inflasi Maret 2022 secara tahun kalender sebesar 1,04 persen (ytd), dan secara tahunan sebesar 2,48 persen (yoy). 

Erwin menjelaskan, penyumbang utama inflasi Maret 2022 sampai dengan minggu kedua adalah komoditas cabai merah yang sebesar 0,09 persen (mtm), emas perhiasan 0,05 persen (mtm), serta bahan bakar rumah tangga (BBRT) 0,04 persen (mtm). 

Sementara itu, komoditas yang mengalami deflasi: minyak goreng, -0,05 persen (mtm); dan tomat -0,01 persen (mtm).

Related Articles