FINANCE

BRI hingga CIMB Niaga Ikut Transaksi Perdagangan Bursa Karbon

Ini alasan BRI dan CIMB Niaga transaksi karbon.

BRI hingga CIMB Niaga Ikut Transaksi Perdagangan Bursa KarbonKaryawan melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/10/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.
26 September 2023
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Bursa Karbon Indonesia yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi di luncurkan pada hari ini (26/9). Pendirian Bursa Karbon Indonesia merupakan momentum bersejarah Indonesia dalam mendukung upaya Pemerintah mengejar target untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sesuai ratifikasi Paris Agreement. 

“Bursa karbon Indonesia akan menjadi salah satu bursa karbon besar dan terpenting di dunia karena volume maupun keragaman unit karbon yang diperdagangankan dan kontribusinya kepada pengurangan emisi karbon nasional maupun dunia. Hari ini kita memulai sejarah dan awal era baru itu,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa, (26/9). 

Hal tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah untuk mengurangi emisi karbon sebesar 31,89 persen engan usaha sendiri, dan sebesar 43,20 persen dengan bantuan internasional sebagaimana dinyatakan melalui Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) pada tanggal 23 September 2022. 

Untuk itu, banyak industri keuangan khususnya bank yang ramai-ramai menjadi pembeli perdana bursa karbon, antara lain seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga).
 

Ini alasan BRI ikut transaksi bursa karbon 

ilustrasi BRI
ilustrasi BRI (pinterest.com/Masdar Budi Santoso)

Sebagai lembaga keuangan, BRI secara pro-aktif berpartisipasi dalam perdagangan karbon perdana hari ini. Rencananya, hasil perdagangan karbon melalui mekanisme bursa karbon ini akan diinvestasikan kembali oleh Pemerintah untuk proyek-proyek pengurangan emisi demi tercapainya target Pemerintah yang telah ditetapkan. 

Direktur Kepatuhan BRI A. Solichin Lutfiyanto mengungkapkan Perseroan ingin menjadi role model bagi seluruh stakeholders dalam penurunan emisi Gas Rumah Kaca di Indonesia. 

“Krisis perubahan iklim yang saat ini kita alami bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab kita semua. Oleh karena itu, partisipasi BRI pada perdagangan karbon perdana hari ini merupakan bentuk komitmen serta kontribusi kami dalam menangkal dampak perubahan iklim tersebut.” kata Solichin. 

Selain itu, lanjut Solichin, BRI telah memonitor emisi karbon perusahaan sejak tahun 2020. Dalam pengelolaan emisi karbon, BRI mengadopsi global standard SBTi (Science-Based Target Initiatives), yaitu dengan mengimplementasikan inisiatif yang secara langsung dapat menurunkan emisi, seperti pengadaan kendaraan listrik, hingga pemasangan solar panel. 

Selama ini, Perseroan juga telah melakukan pembiayaan berkelanjutan yang terdiri dari pembiayaan kepada UMKM dan sektor hijau. Khusus untuk kredit kepada sektor hijau, BRI telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp79,4 triliun pada akhir Kuartal II 2023. Sementara itu dari sisi pendanaan, BRI telah menerbitkan Green Bond 2022 senilai Rp5 triliun, dan Sustainability Bond 2019 senilai US$500 juta.

Ini alasan CIMB Niaga ikut transaksi karbon 

Digital Lounge CIMB Niaga/ Dok CIMB Niaga

Related Topics