FINANCE

CIMB Niaga Pacu Bisnis Kartu Kredit Melalui Travel Fair

Pertumbuhan kredit konsumer CIMB Niaga capai 9%.

CIMB Niaga Pacu Bisnis Kartu Kredit Melalui Travel FairCIMB Niaga dan Cathay Pacific Gelar Cathay Pacific Travel Fair 2023/Dok CIMB Niaga
04 August 2023
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus menggenjot bisnis kartu kredit miliknya. Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan menggandeng Cathay Pacific Airways Limited untuk menggelar pameran wisata bertajuk Cathay Pacific Travel Fair 2023. Pameran wisata yang digelar untuk ketujuh kalinya ini berlangsung serentak di Senayan City (Jakarta) dan Tunjungan Plaza 6 (Surabaya), pada Jumat hingga Minggu, 4-6 Agustus 2023.   

Head of Credit Card, Merchant & Personal Financing Business CIMB Niaga, Trisna LM Siahaan mengungkapkan, sektor pariwisata menjadi penopang utama pertumbuhan transaksi kartu kredit miliknya dengan porsi sebesar 30 persen. 

“Pengguna kartu kredit CIMB Niaga saat ini mencapai lebih dari 2 juta pengguna. Tiap bulan ada sekitar 15 ribu penambahan pengguna kartu kredit,” kata Trisna kepada media di Jakarta, Jumat (4/8). 

Di topang kartu kredit, pertumbuhan kredit konsumer CIMB Niaga capai 9%

kartu kredit
ilustrasi kartu kredit (unsplash.com/rupixen)

Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi menambahkan, dengan tren pemulihan ekonomi pasca pandemi, bisnis kartu kredit sudah kembali pulih dan meningkat. 

Tercatat, transaksi kartu kredit CIMB Niaga hingga kuartal II-2023 telah tumbuh 60 persen secara year on year (yoy) dan telah melebihi target. Bahkan, bisnis kartu kredit menjadi penopang pertumbuhan kredit konsumer yang tumbuh 9 persen (yoy) di semester I-2023 ini. 

"Tren konsumer di CIMB Niaga pun tumbuh 9 persen yoy, salah satunya disumbang dari pertumbuhan kartu kredit hingga Kredit Pemilikan Rumah (KPR),” kata Noviandy. 

Namun demikian, pihaknya mengaku sedikit konservatif terhadap KPR menjelang tahun Pemilu 2024 mendatang. "Memasuki tahun politik, sehingga pembelian high value seperti properti agak tertunda,” katanya.

Related Topics