Comscore Tracker
FINANCE

Pembiayaan Fintech P2P Lending ke UMKM Tembus Rp13,6 triliun 

Pembiayaan securities crowdfunding capai Rp412 miliar.

Pembiayaan Fintech P2P Lending ke UMKM Tembus Rp13,6 triliun Jirsak/Shutterstock

by Suheriadi

Jakarta,FORTUNE - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong inovasi pendanaan untuk mendukung pengembangan UMKM. 

Hal tersebut terealisasi melalui berbagai kanal pendanaan, di antaranya melalui fintech peer to peer (P2P) lending, securities crowdfunding, hingga Bank Wakaf Mikro (BWF) Digital. 

Ketua Satgas Pengembangan Keuangan Syariah dan Ekosistem UMKM Ahmad Buchori mengatakan, hingga akhir 2021 pendanaan fintech P2P lending ke UMKM telah mencapai Rp13,60 triliun. 

"Saat ini terdapat 103 P2P lending dengan 96 konvensional dan 7 syariah," kata Ahmad melalui konferensi video di Jakarta, Jumat (4/2).

Pembiayaan securities crowdfunding (SCF) ke UMKM capai Rp412 miliar

Ahmad mengungkapkan, securities crowdfunding menjadi salah satu inovasi sumber pendanaan yang cepat bagi UMKM. Bahkan, hingga akhir 2021 pembiayaan SCF capai Rp412 miliar. 

"Securities crowdfunding per 31 Desember terdapat 7 penyelenggara dan 193 penerbit," ujarnya. 

Beberapa penyelenggara SCF di antaranya ialah Santara, Bizhare, Crowdana, Landx, danasaham, Shafiq, dan Fundex. 

Penyaluran BWM mencapai Rp78,2 miliar

OJK juga tengah mengembangkan digitalisasi BWM yang sudah menyalurkan pembiayaan senilai Rp78,2 miliar untuk UMKM. 

BWM telah menjangkau lebih dari 50 ribu nasabah hingga akhir 2021. Sedangkan untuk jumlah, BWM telah mencapai 62 unit. 

OJK terus lakukan pendampingan UMKM melalui platform UMKMMU

OJK mendorong dilakukannya pendampingan oleh industri jasa keuangan, program kampus UMKM bersama, peningkatan literasi digital dan on boarding UMKM. 

"Dari sisi pemasaran, OJK mendorong pemanfaatan platform UMKMMU, di mana 1.023 pelaku UMKM binaan OJK telah on boarding dengan 10.240 produk lokal unggulan," kata Ahmad. 

Ke depan, OJK berkomitmen untuk tetap memperkuat kebijakan dalam menjawab berbagai tantangan global maupun domestik, termasuk melalui peningkatan peran sektor jasa keuangan dalam mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional, khususnya kepada sektor-sektor prioritas dan menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Related Articles