FINANCE

Transfer BI-Fast Sering Gangguan? Ini Sejumlah Penyebabnya

Volume transaksi BI-Fast sentuh 647 juta di 2022.

Transfer BI-Fast Sering Gangguan? Ini Sejumlah PenyebabnyaIlustrasi bank digital. (Shutterstock/Song_about_summer)
04 April 2023
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE – Layanan transfer antar-bank berbiaya Rp2.500,-, BI-Fast semakin digemari masyarakat. Namun, di tengah murahnya biaya tersebut, sejumlah masyarakat sempat mengeluhkan adanya kendala atau tidak terkirimnya dana transfer.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Santoso Liem menjelaskan, kondisi tersebut terjadi akibat beberapa hal. Salah satunya ialah tidak siapnya infrastruktur teknologi dari perbankan pengirim dan penerima jasa transfer.

Seperti diketahui, infrastruktur yang disiapkan Bank Indonesia (BI) ini memangkas alur pengiriman uang tanpa melalui perusahaan switching. Namun, untuk menjadi peserta, bank juga perlu menyiapkan infrastruktur penghubung BI-Fast. Karenanya, banyak bank-bank kecil yang belum bisa menjalankannya.

“Banyak yang tidak siap. Dalam sistem, mesinnya BI Fast ada di bank pengirim dan penerima, mesin sudah dihitung kapasitas. Kadang-kadang tiba tiba ketidaksiapan kapasitas adalah tiba-tiba ada arus pengiriman dan penerimaan besar sekali," kata Santoso saat makan malam di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Senin malam (3/4).

Sejak diluncurkan pada 21 Desember 2021, total jumlah peserta BI-FAST hingga kini menjadi 122 peserta, yang mewakili 94 persen dari pangsa sistem pembayaran ritel nasional. Bahkan, untuk meningkatkan efisiensi penyediaan infrastruktur, 6 dari 14 Bank Peserta batch keenam memanfaatkan infrastruktur multitenancy (multi banks one connector).  

Related Topics