Jakarta, FORTUNE – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (DBMN) membukukan kenaikan pada pos tabungan valuta asing (valas) sebesar 52 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) hingga akhir Juni 2026. Akselerasi penghimpunan dana ini dipacu oleh tingginya aktivitas transaksi nasabah di luar negeri serta meningkatnya fluktuasi nilai tukar mata uang global.
Pencapaian tersebut disampaikan oleh Consumer Funding & Wealth Business Head Danamon, Ivan Jaya, di sela-sela acara media gathering yang berlangsung di Jakarta, Selasa (14/7). Ivan memaparkan bahwa inovasi produk menjadi salah satu pilar utama yang menyokong performa bisnis valas perseroan saat ini.
“Tabungan valas sekarang itu di level Rp8,5 triliun sampai Rp9 triliun. Pendukungnya pertama adalah penciptaan fitur. Kami meng-highlight kartu debit global currency card dari tabungan valas yang bisa dibuka satu kali, namun langsung 12 mata uang asing itu terpenuhi, langsung terbuka,” kata Ivan.
Selain keunggulan fitur multimata uang, stimulus kedua berasal dari penerapan strategi kurs agresif. Emiten perbankan ini sengaja mengambil margin keuntungan yang tipis guna memberikan nilai tukar jauh lebih menarik bagi nasabah dibandingkan dengan para kompetitor di industri.
“Kami utamakan kurs valas yang menjadi salah satu yang terbaik di pasar, baik untuk Global Currency Card maupun kartu kredit JCB Precious,” ujar Ivan.
Faktor pendorong ketiga adalah ekspansi basis nasabah yang kuat pada segmen Danamon Optimal dan Danamon Privilege. Mayoritas nasabah yang berada pada kedua kategori premium tersebut memiliki kebutuhan tinggi terhadap transaksi internasional maupun diversifikasi investasi dalam mata uang asing.
Di sisi lain, manajemen Danamon menilai dinamika regulasi domestik tidak membawa dampak negatif yang berarti bagi kinerja perseroan. Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang memperketat batas pembelian valas tanpa dokumen underlying—dari semula maksimal US$25.000 menjadi US$10.000—terbukti tidak mengganggu laju pertumbuhan portofolio valas bank secara keseluruhan.
Secara konsolidasian, kinerja penghimpunan dana pihak ketiga Danamon tetap terjaga. Perseroan mencatatkan total rekening giro, rekening tabungan (current account and savings account/CASA), dan deposito konsolidasian Rp176,1 triliun, atau tumbuh 16 persen (YoY) pada Maret 2026.
