Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Amar Bank Raup Laba Bersih Rp71,1 Miliar di Kuartal I 2026, Ini Segmen Penopangnya
Acara Digital Banking & Economic Outlook 2026 oleh Amar Bank dan Celios (IDN Times/Pitoko)
  • Amar Bank mencatat laba bersih Rp71,12 miliar pada kuartal I-2025, didorong peningkatan pendapatan operasional 13 persen dan pendapatan bunga bersih 15,58 persen secara tahunan.
  • Penyaluran kredit tumbuh 30,62 persen menjadi Rp4,16 triliun dengan fokus pada segmen ritel dan UMKM, sementara DPK melonjak 115,46 persen hingga memperbaiki rasio LDR menjadi 142,56 persen.
  • Kualitas aset membaik dengan NPL turun ke 0,86 persen dan CAR mencapai 99,17 persen, menegaskan posisi modal kuat untuk ekspansi digital serta penguatan manajemen risiko.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Amar Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp71,12 miliar sepanjang kuartal pertama 2025. Capaian ini ditopang oleh strategi perluasan pangsa pasar di segmen-segmen dengan imbal hasil tinggi sehingga mendorong kinerja pendapatan.

Di periode yang sama, perusahaan mencatat pendapatan operasional sebesar Rp527,76 miliar atau meningkat 13 persen secara tahunan. Sejalan dengan itu, pendapatan bunga bersih atau net interest income naik 15,58 persen secara tahunan menjadi Rp370,20 miliar.

Sementara dari fungsi intermediasi, Amar Bank menyalurkan kredit hingga Rp4,16 triliun atau meningkat 30,62 persen secara tahunan. Kredit ini utamanya disalurkan ke segmen ritel dan UMKM.

Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian mengatakan kombinasi dari pertumbuhan kredit dua digit dengan ekspansi margin ini menegaskan model bisnis yang terukur dan menguntungkan.

"Dalam industri perbankan, pertumbuhan yang sehat tidak hanya tercermin dari ekspansi kredit atau peningkatan laba, tetapi juga dari kemampuan membangun struktur pendanaan yang kuat dan berkelanjutan. Profitabilitas ini didukung oleh struktur pendanaan yang berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5).

Dari sisi penghimpunan dana, Amar Bank mencatat dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun mencapai Rp2,91 triliun atau melonjak 115,46 persen secara tahunan. Vishal mengatakan pihaknya menerapkan strategi pendekatan yang berorientasi pada nasabah agar bisa bersaing di tengah kompetisi penghimpunana dana yang semakin ketat.

Keberhasilan menghimpun dana masyarakat ini secara material memperbaiki profil likuiditas Amar Bank, di mana rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) membaik menjadi 142,56 persen, dari sebelumnya 235,04 persen pada periode yang sama tahun lalu. Hal ini memberikan fondasi likuiditas yang lebih berimbang untuk mendukung ekspansi kredit ke depan tanpa mengorbankan stabilitas.

Sejalan dengan kinerja tersebut, Amar Bank terus menjaga kualitas kredit, sebagaimana tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) turun menjadi 0,86 persen, jauh membaik dibanding posisi Maret 2025 yang sebesar 1,48 persen.

Dari sisi permodalan, Amar Bank mencatat Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 99,17 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Posisi modal yang kuat ini memberikan ruang bagi Amar Bank untuk melanjutkan investasi pada teknologi, pengembangan produk digital, serta penguatan manajemen risiko.

Ke depan, Amar Bank akan tetap fokus pada penguatan DPK, menyalurkan kredit secara terukur, dan mengembangkan layanan digital yang relevan bagi nasabah ritel dan UMKM.

"Dengan struktur pendanaan yang membaik, kualitas aset yang terjaga, dan permodalan yang solid, Amar Bank berada pada posisi yang lebih kuat untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan," pungkasnya.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article