Pertumbuhan sistem pembayaran digital juga terlihat pada BI-FAST. Pada Juli 2026, volume transaksi ritel melalui BI-FAST mencapai 546 juta transaksi, tumbuh 31,62 persen secara tahunan.
Nilai transaksi BI-FAST mencapai Rp1.355 triliun. Sementara itu, transaksi bernilai besar melalui BI-RTGS mencapai 0,99 juta transaksi atau tumbuh 3,12 persen secara tahunan.
Dari sisi nominal, transaksi BI-RTGS meningkat 1,54 persen menjadi Rp20.097 triliun. Data tersebut menunjukkan pertumbuhan berlangsung pada transaksi ritel sekaligus transaksi bernilai besar dalam sistem pembayaran.
BI terus memperkuat digitalisasi sistem pembayaran sesuai Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 untuk mendorong ekonomi digital dan inklusi keuangan. BI juga menyiapkan penyelenggaraan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia bersama Indonesia Fintech Summit & Expo (FEKDI dan IFSE) 2026 pada 24-26 September 2026.
Pertumbuhan transaksi digital pada Juli 2026 berlangsung bersamaan dengan peningkatan penggunaan uang tunai. BI mencatat Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 15,10 persen secara tahunan menjadi Rp1.314 triliun.
Berapa pertumbuhan transaksi QRIS pada Juli 2026? | Volume transaksi QRIS tumbuh 82,42 persen secara tahunan. |
Berapa jumlah pengguna QRIS hingga Juni 2026? | Jumlah pengguna QRIS mencapai 65,77 juta. |
Berapa jumlah merchant QRIS hingga Juni 2026? | QRIS telah digunakan oleh 44,86 juta merchant. |
Kapan MDR QRIS 0 persen diperluas? | Kebijakan MDR 0 persen diperluas mulai 1 Oktober 2026 untuk transaksi hingga Rp100.000 pada merchant kecil, menengah, dan besar. |