Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Peresmian Spin Off FWD Insurance Syariah
  • Unit usaha syariah FWD Insurance resmi menjadi PT FWD Insurance Syariah untuk memenuhi ketentuan regulator POJK nomor 11 tahun 2023.

  • Per September 2026, unit usaha syariah FWD memiliki aset Rp246,791 miiliar, dengan investasi Rp197,03 miliar.

  • Pemisahan diarahkan untuk memperluas produk perlindungan berbasis syariah dan menjangkau pasar melalui beragam kanal distribusi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Per September 2026

Unit usaha syariah FWD tercatat memiliki aset Rp246,791 miiliar. Investasi mencapai Rp197,03 miliar, sedangkan aset bukan investasi sebanyak Rp49,75 miliar.

Rabu (4/11)

Peresmian Spin Off FWD Insurance Syariah berlangsung di Jakarta. Ade Bungsu menyampaikan komitmen perusahaan untuk mematuhi ketentuan regulasi.

2028

Ade Bungsu menyebut adanya ketentuan minimum untuk permodalan.

Saat ini

FWD Syariah mengandalkan keagenan, kemitraan dengan perbankan, dan penjualan langsung sebagai jalur pemasaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Unit usaha syariah FWD Insurance resmi dipisahkan dan menjadi PT FWD Insurance Syariah.
  • Who?
    Unit usaha syariah FWD Insurance dan Direktur Utama FWD Syariah, Ade Bungsu.
  • Where?
    Peresmian Spin Off FWD Insurance Syariah berlangsung di Jakarta.
  • When?
    Peresmian berlangsung Rabu (4/11), sementara data aset yang disebutkan tercatat per September 2026.
  • Why?
    Pemisahan dilakukan untuk memenuhi ketentuan regulator POJK nomor 11 tahun 2023 dan memperluas penetrasi produk perlindungan berbasis syariah.
  • How?
    FWD Syariah menjangkau pasar melalui keagenan, kemitraan dengan perbankan, dan penjualan langsung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

FWD Insurance Syariah sekarang berdiri sebagai perusahaan sendiri. Ini dilakukan karena ada aturan regulator tentang pemisahan unit usaha syariah. Ade Bungsu mengatakan perusahaan ingin menyediakan lebih banyak pilihan asuransi syariah. FWD memakai agen, bank, dan penjualan langsung. Perusahaan juga menyiapkan premi sesuai kemampuan calon nasabah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pendirian PT FWD Insurance Syariah memberi ruang bagi perusahaan untuk mengembangkan pilihan perlindungan berbasis syariah melalui beberapa kanal distribusi. Perusahaan juga menyampaikan bahwa tingkat perlindungan dan premi dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial calon nasabah, sehingga pilihan produk tidak terbatas pada satu bentuk layanan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Unit usaha syariah FWD Insurance resmi melakukan pemisahan dir (spin-off) dan mendirikan entitas baru menjadi PT FWD Insurance Syariah. Langkah tersebut sejalan dengan pemenuhan ketentuan regulator POJK nomor 11 tahun 2023.

Dalam aturan tersebut, unit usaha syariah perusahaan asuransi dan reasuransi yang memiliki aset diatas Rp100 miliar atau paling sediki 50 persen dari total asset induk, wajib melakukan pemisahan unit.

Per September 2026, aset unit usaha syariah FWD tercatat sebanyak Rp246,791 miiliar. Dari jumlah tersebut yang termasuk investasi mencapai Rp197,03 miliar, sementara bukan investasi sebanyak Rp49,75 miliar. Sementara itu ekuitas tercatat Rp206,742 miliar, dan liabilitas Rp40,06 miliar.

Direktur Utama FWD Syariah, Ade Bungsu mengatakan selain untuk memenuhi regulasi, aksi korporasi ini juga merupakan strategi perusahaan untuk memperluas penetrasi produk perlindungan berbasis syariah.

"Kami sudah memenuhi ketentuan tersebut dan tentunya kami memastikan bahwa di tahun-tahun mendatang, seperti kita ketahuin dan juga ada ketentuan di 2028 mengenai ketentuan minimum untuk permodalan. Kami berkomitmen untuk mematuhi ketentuan regulasi yang berlaku," kata Ade dalam acara Peresmian Spin Off FWD Insurance Syariah di Jakarta, Rabu (4/11).

Pemisahan tersebut juga dinilai membuka peluang bagi perusahaan untuk menjangkau pasar baru melalui berbagai kanal distribusi. Saat ini, FWD Syariah mengandalkan sejumlah jalur pemasaran, mulai dari keagenan, kemitraan dengan perbankan, hingga penjualan langsung.

"Bagaimana memberikan pilihan yang lebih banyak kepada peserta atau calon nasabah bahwa pilihan asuransi lebih banyak dan sifatnya saat ini kami juga mengembangkan untuk khusus asuransi berbasis syariah," kata Ade.

Ade mengatakan, perseroan masih melakukan ekspansi di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Sebab, menurut dia, justru saat ini perlindungan masyarakat semakin dibutuhkan.

Asuransi seharusnya tidak lagi dipandang sebagai kebutuhan sekunder atau tersier, melainkan bagian dari kebutuhan primer untuk mengantisipasi risiko finansial.

Contohnya, saat pandemi COVID-19 yang memberikan tekanan terhadap kondisi ekonomi dan usaha masyarakat. Dalam situasi tersebut, perlindungan asuransi dapat membantu masyarakat menghadapi risiko yang tidak terduga. Karena itu, literasi dan edukasi asuransi perlu semakin ditingkatkan masyarakat memahami manfaat perlindungan sekaligus mengetahui beragam produk yang tersedia.

Pun di satu sisi, asuransi tidak selalu identik dengan biaya premi yang mahal. Ade menyampaikan perusahaan menyediakan beragam pilihan produk dengan tingkat perlindungan dan premi yang dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial calon nasabah.

"Setiap situasi ekonomi pasti ada kesempatan di mana unsur proteksi masuk di sana," pungkasnya.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article